Menu
RSS
Pasutri Pembunuh Cuma 18 Tahun

Pasutri Pembunuh Cuma 18 Tahun

Sumutdaily | Medan ~ Majelis Hakim Penga...

Kejari Kembali Periksa Kadisdik Sumut

Kejari Kembali Periksa Kadisdik Sumut

Sumutdaily | Medan ~ Kepala Dinas Pendid...

 Seleksi Dirut PD Kota Harus Transfaran

Seleksi Dirut PD Kota Harus Transfaran

Sumutdaily | Medan ~ Berharap lahirnya c...

Polri Bisa Lembut Dan Keras Mematikan

Polri Bisa Lembut Dan Keras Mematikan

Sumutdaily | Medan ~ Kepala Detasemen ...

Jangan Pernah Percaya Kepada Dukun

Jangan Pernah Percaya Kepada Dukun

Sumutdaily | Sukabumi ~ Polres Sukabumi ...

Di Langkat Kotoran Sapi Jadi Gas

Di Langkat Kotoran Sapi Jadi Gas

Sumutdaily | Langkat ~ Warga Kabupaten L...

Selain Keris Ada Rompi Beraksara Arab

Selain Keris Ada Rompi Beraksara Arab

Sumutdaily | Binjai ~ Rumah M Azhari ali...

Keris 1,7 Meter Ada Di Berngam Binjai Kota

Keris 1,7 Meter Ada Di Berngam Binjai Kota

M Azhari alias Adek (46) warga Lingkunga...

Kecelakaan Sering Terjadi PT KAI Tutup Mata

Kecelakaan Sering Terjadi PT KAI Tutup Mata

Sumutdaily | Binjai ~ Anggota Komisi C D...

REDI Kasasikan KPU Medan

REDI Kasasikan KPU Medan

Sumutdaily | Medan ~ Pasangan Ramadhan P...

Prev Next

Bom Pos Buat Sibuk Poldasu Tingkatkan Pengamanan

pelaku bom posoSumutdaily.ComIMedan. Insiden bom bunuh diri di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (3/6) kemarin, berekses hingga ke Sumatera Utara (Sumut).

Karena peristiwa itu, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) kemudian melakukan antisipasi dengan cara, meningkatkan pengawasan baik di markas komando (mako) maupun di asrama polisi (aspol).

Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Poldasu, Kombes. Heru Prakoso, Selasa (4/6).

Dalam kesempatan tersebut, Heru menjelaskan, selain meningkatkan pengamanan di wilayah hukum (wilkum) Poldasu, peningkatan pengaman tersebut juga dilakukan di wilayah-wilayah satuan yang ada di seluruh polres se-jajaran Poldasu.

"Adapun bentuk peningkatanya, diseluruh mako polisi jajaran Poldasu. Akan dilakukan pemeriksaan kendaraan. Saya mohon pengertian dan kesadaran masyarakat akan hal ini. Memang, kantor Polisi adalah tempat melayani masyarakat, tetapi dengan adanya situasi sekarang ini, diharapkan masyarakat dapat memakluminya," ungkap Heru.

Heru mengakui, saat ini pelaku terorisme mengarah kepada aparat Kepolisian. Namun perlu diingat, yang berada di kantor polisi itu bukan hanya polisi saja, tapi juga masyarakat.

"Tentunya kita juga tidak menginginkan hal-hal yang merugikan tersebut terjadi. Karena hanya akan menimbulkan korban jiwa, baik di kepolisian maupun di masyarakat itu sendiri," ujarnya.

Sekali lagi, Heru meminta kepada masyarakat, untuk tidak berasumsi lain, jika sekarang masuk ke kantor polisi diperketat. Tidak hanya kejadian di Poso saja, termasuk di seluruh polda di Indonesia. Secara langsung, lanjut Heru, pihaknya akan melakukan imbauan-imbauan dan mengeluarkan perintah-perintah kepada wilayah-wilayah untuk melaksanakan pengawasan.

"Pengawasan itu adalah meningkatkan penjagaan, baik itu di kantor kepolisian dan lainnya. Dan bagi anggota yang tidak melaksanakanya, akan kita kenakan sanksi. Sebagai contoh, bagi anggota yang tidak melaksanakan piket pada malam hari akan diberikan sangsi disiplin," tandasnya.(aw)