Menu
RSS
Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Utara Sahkan Pimpinan DPRD periode 2014-2019

Paripurna DPRD Provinsi Sumate…

Sumutdaily.Com|Medan. Jum...

Penyidik Poldasu Panggil Beberapa Pejabat Asahan Terkait Kasus PMDU

Penyidik Poldasu Panggil Beber…

Sumutdaily.com,Asahan : T...

Kepastian dan Keadilan Hukum Bagi Rakyat

Kepastian dan Keadilan Hukum B…

Sumutdaily | Medan ~ Pene...

Alat Kelengkapan DPRD Sumut Belum Disahkan

Alat Kelengkapan DPRD Sumut Be…

Sumutdaily.Com|Medan. Sud...

Anggota DPRD Sumut Muhri Fauzi Minta Tinjau Izin PT. CCMO Di Langkat

Anggota DPRD Sumut Muhri Fauzi…

Sumutdaily.Com|Medan. Mas...

Jadi Gembong Curanmor, Buruh Bangunan Di Gelandang Polisi

Jadi Gembong Curanmor, Buruh B…

Sumutdaily.com,Asahan: M....

Ahmad Arifin Terancam 5 Tahun Penjara

Ahmad Arifin Terancam 5 Tahun …

Sumutdaily | Medan ~ Dakw...

Aliran Sesat Melarang Sholat

Aliran Sesat Melarang Sholat

Sumutdaily | Jakarta ~ Sa...

Wartawati Amerika Masuk Islam

Wartawati Amerika Masuk Islam

Sumutdaily | Chicago ~ S...

Ribuan Warga Palestina Masih Ditahan Israel

Ribuan Warga Palestina Masih D…

Sumutdaily | Tepi Barat ~...

Prev Next

iklan 137 banner-yamaha-tengah

Bom Pos Buat Sibuk Poldasu Tingkatkan Pengamanan

pelaku bom posoSumutdaily.ComIMedan. Insiden bom bunuh diri di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (3/6) kemarin, berekses hingga ke Sumatera Utara (Sumut).

Karena peristiwa itu, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) kemudian melakukan antisipasi dengan cara, meningkatkan pengawasan baik di markas komando (mako) maupun di asrama polisi (aspol).

Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Poldasu, Kombes. Heru Prakoso, Selasa (4/6).

Dalam kesempatan tersebut, Heru menjelaskan, selain meningkatkan pengamanan di wilayah hukum (wilkum) Poldasu, peningkatan pengaman tersebut juga dilakukan di wilayah-wilayah satuan yang ada di seluruh polres se-jajaran Poldasu.

"Adapun bentuk peningkatanya, diseluruh mako polisi jajaran Poldasu. Akan dilakukan pemeriksaan kendaraan. Saya mohon pengertian dan kesadaran masyarakat akan hal ini. Memang, kantor Polisi adalah tempat melayani masyarakat, tetapi dengan adanya situasi sekarang ini, diharapkan masyarakat dapat memakluminya," ungkap Heru.

Heru mengakui, saat ini pelaku terorisme mengarah kepada aparat Kepolisian. Namun perlu diingat, yang berada di kantor polisi itu bukan hanya polisi saja, tapi juga masyarakat.

"Tentunya kita juga tidak menginginkan hal-hal yang merugikan tersebut terjadi. Karena hanya akan menimbulkan korban jiwa, baik di kepolisian maupun di masyarakat itu sendiri," ujarnya.

Sekali lagi, Heru meminta kepada masyarakat, untuk tidak berasumsi lain, jika sekarang masuk ke kantor polisi diperketat. Tidak hanya kejadian di Poso saja, termasuk di seluruh polda di Indonesia. Secara langsung, lanjut Heru, pihaknya akan melakukan imbauan-imbauan dan mengeluarkan perintah-perintah kepada wilayah-wilayah untuk melaksanakan pengawasan.

"Pengawasan itu adalah meningkatkan penjagaan, baik itu di kantor kepolisian dan lainnya. Dan bagi anggota yang tidak melaksanakanya, akan kita kenakan sanksi. Sebagai contoh, bagi anggota yang tidak melaksanakan piket pada malam hari akan diberikan sangsi disiplin," tandasnya.(aw)