Menu
RSS
Rekayasa Pengadaan Laptop ULP Labura Mulai Terbukti

Rekayasa Pengadaan Laptop ULP …

Sumutdaily.com | Aek Kano...

Anggota DPRD Sumut Belum Terima Buku APBD Perubahan 2014 Bukti Kinerja Biro Keuangan Buruk

Anggota DPRD Sumut Belum Terim…

Sumutdaily.Com|Medan. Ang...

Ada Agenda Besar

Ada Agenda Besar

Sumutdaily | Jakarta ~ Se...

Jokowi Akan Mencabut UU Penodaan Agama

Jokowi Akan Mencabut UU Penoda…

Sumutdaily | Jakarta ~ Pe...

Collin Batley Pemimpin Pemuja Setan

Collin Batley Pemimpin Pemuja …

Sumutdaily | London ~ Pem...

Kelompok Pemuja Setan Dari Wales

Kelompok Pemuja Setan Dari Wal…

Sumutdaily | London ~ Seb...

Bocah Dari Tahun 2035

Bocah Dari Tahun 2035

Sumutdaily ~ Heboh di sos...

Anggota Komisi C DPRD Provinsi Sumatera Utara Minta Direksi PDAM Tirtanadi Diganti

Anggota Komisi C DPRD Provinsi…

Sumutdaily.Com|Medan. Ang...

Asahan Pers Club (APC) akan laporkan Bupati Asahan  Drs. H. Taufan Gama Simatupang.MAP ke KPK

Asahan Pers Club (APC) akan la…

Sumutdaily.com,Asahan : A...

Memotong Rambut Jangan Keluar Syaria'ah

Memotong Rambut Jangan Keluar …

Sumutdaily ~ Sebenarnya, ...

Prev Next

iklan 137 banner-yamaha-tengah

Bom Pos Buat Sibuk Poldasu Tingkatkan Pengamanan

pelaku bom posoSumutdaily.ComIMedan. Insiden bom bunuh diri di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (3/6) kemarin, berekses hingga ke Sumatera Utara (Sumut).

Karena peristiwa itu, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) kemudian melakukan antisipasi dengan cara, meningkatkan pengawasan baik di markas komando (mako) maupun di asrama polisi (aspol).

Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Poldasu, Kombes. Heru Prakoso, Selasa (4/6).

Dalam kesempatan tersebut, Heru menjelaskan, selain meningkatkan pengamanan di wilayah hukum (wilkum) Poldasu, peningkatan pengaman tersebut juga dilakukan di wilayah-wilayah satuan yang ada di seluruh polres se-jajaran Poldasu.

"Adapun bentuk peningkatanya, diseluruh mako polisi jajaran Poldasu. Akan dilakukan pemeriksaan kendaraan. Saya mohon pengertian dan kesadaran masyarakat akan hal ini. Memang, kantor Polisi adalah tempat melayani masyarakat, tetapi dengan adanya situasi sekarang ini, diharapkan masyarakat dapat memakluminya," ungkap Heru.

Heru mengakui, saat ini pelaku terorisme mengarah kepada aparat Kepolisian. Namun perlu diingat, yang berada di kantor polisi itu bukan hanya polisi saja, tapi juga masyarakat.

"Tentunya kita juga tidak menginginkan hal-hal yang merugikan tersebut terjadi. Karena hanya akan menimbulkan korban jiwa, baik di kepolisian maupun di masyarakat itu sendiri," ujarnya.

Sekali lagi, Heru meminta kepada masyarakat, untuk tidak berasumsi lain, jika sekarang masuk ke kantor polisi diperketat. Tidak hanya kejadian di Poso saja, termasuk di seluruh polda di Indonesia. Secara langsung, lanjut Heru, pihaknya akan melakukan imbauan-imbauan dan mengeluarkan perintah-perintah kepada wilayah-wilayah untuk melaksanakan pengawasan.

"Pengawasan itu adalah meningkatkan penjagaan, baik itu di kantor kepolisian dan lainnya. Dan bagi anggota yang tidak melaksanakanya, akan kita kenakan sanksi. Sebagai contoh, bagi anggota yang tidak melaksanakan piket pada malam hari akan diberikan sangsi disiplin," tandasnya.(aw)