Menu
RSS
Yakuza Di Hukum Gantung

Yakuza Di Hukum Gantung

Sumutdaily.Com | Tokyo ~ ...

Siswi SMA Dijadikan Budak Seks

Siswi SMA Dijadikan Budak Seks

Sumutdaily.Com | Medan ~ ...

Kepsek Harus Mendidik

Kepsek Harus Mendidik

Sumutdaily.Com | Serang ~...

Sekretaris IMDI Sumut : Partai Demokrat Bangga Punya Saleh Bangun dan Rudi Bangun

Sekretaris IMDI Sumut : Partai…

Laporan : Arie Woro Sumu...

Tuduhan Terhadap Rudi Bangun Fitnah dan Pembunuhan Karakter

Tuduhan Terhadap Rudi Bangun F…

Laporan : Arie Woro Sumu...

Sekretaris IMDI Sumut : Rudi Hartono Bangun tak Lakukan Perbuatan Tercela

Sekretaris IMDI Sumut : Rudi H…

Laporan : Arie Woro Sumu...

Pengamat Politik : Tudingan kepada Rudi Banggun tak Relevan

Pengamat Politik : Tudingan ke…

Laporan : Arie Woro Sumu...

Terkait Masalah Perjalanan Dinas DPRD Langkat, Pengamat Hukum : Isu Politik tak Bisa Pengaruhi Keputusan Hukum

Terkait Masalah Perjalanan Din…

Laporan : Arie Woro Sumu...

Ungkap Dalang Pengeroyokan, Tokoh Pemuda Sumut Siap Turunkan Massa

Ungkap Dalang Pengeroyokan, To…

Sumutdaily.Com | Medan - ...

Tangkap Aktor Dalang Pengeroyokan Lelang Labura

Tangkap Aktor Dalang Pengeroyo…

Sumutdaily.Com | Medan - ...

Prev Next

iklan 137 banner-yamaha-tengah

Bom Pos Buat Sibuk Poldasu Tingkatkan Pengamanan

pelaku bom posoSumutdaily.ComIMedan. Insiden bom bunuh diri di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (3/6) kemarin, berekses hingga ke Sumatera Utara (Sumut).

Karena peristiwa itu, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) kemudian melakukan antisipasi dengan cara, meningkatkan pengawasan baik di markas komando (mako) maupun di asrama polisi (aspol).

Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Poldasu, Kombes. Heru Prakoso, Selasa (4/6).

Dalam kesempatan tersebut, Heru menjelaskan, selain meningkatkan pengamanan di wilayah hukum (wilkum) Poldasu, peningkatan pengaman tersebut juga dilakukan di wilayah-wilayah satuan yang ada di seluruh polres se-jajaran Poldasu.

"Adapun bentuk peningkatanya, diseluruh mako polisi jajaran Poldasu. Akan dilakukan pemeriksaan kendaraan. Saya mohon pengertian dan kesadaran masyarakat akan hal ini. Memang, kantor Polisi adalah tempat melayani masyarakat, tetapi dengan adanya situasi sekarang ini, diharapkan masyarakat dapat memakluminya," ungkap Heru.

Heru mengakui, saat ini pelaku terorisme mengarah kepada aparat Kepolisian. Namun perlu diingat, yang berada di kantor polisi itu bukan hanya polisi saja, tapi juga masyarakat.

"Tentunya kita juga tidak menginginkan hal-hal yang merugikan tersebut terjadi. Karena hanya akan menimbulkan korban jiwa, baik di kepolisian maupun di masyarakat itu sendiri," ujarnya.

Sekali lagi, Heru meminta kepada masyarakat, untuk tidak berasumsi lain, jika sekarang masuk ke kantor polisi diperketat. Tidak hanya kejadian di Poso saja, termasuk di seluruh polda di Indonesia. Secara langsung, lanjut Heru, pihaknya akan melakukan imbauan-imbauan dan mengeluarkan perintah-perintah kepada wilayah-wilayah untuk melaksanakan pengawasan.

"Pengawasan itu adalah meningkatkan penjagaan, baik itu di kantor kepolisian dan lainnya. Dan bagi anggota yang tidak melaksanakanya, akan kita kenakan sanksi. Sebagai contoh, bagi anggota yang tidak melaksanakan piket pada malam hari akan diberikan sangsi disiplin," tandasnya.(aw)