Muhri Fauzi Hafiz Bertekad Bantu Pembangunan Pesantren Al-Husniyah Langkat

08 Oktober 2017  |  Sumut Today  |  44 pembaca  |  oleh Susilo


Anggota DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafiz foto bersama santri dan pengurus Pondok Pesantren Al-Husniyah

SumutDaily | Langkat ~ Ada keprihatinan anggota DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz ketika melakukan kunjungan ke Pesantren Al-Husniyah di Dusun Lalang, Kelurahan Pekan Besitang, Kecamatan Besitang, Langkat, Sumatera Utara, Kamis (5/10/2017) lalu. Pesantren yang menjadi satu-satunya bagi anak-anak Dusun Lalang untuk memperdalam agama Islam, kondisinya sangat memprihatinkan.

Kepada Sumutdaily.com, Minggu (8/10/2017), Muhri cerita, kunjungannya dalam rangka reses yang telah diagendakan oleh Kantor Sekretariat DPRD Sumut dari  tanggal 3 – 8 Oktober 2017. Salah satu tempat yang menjadi tujuan reses anggota Fraksi Partai Demokrat itu adalah Pesantren Al Husniyah. 

Kedatangan Muhri, disambut hangat oleh para ustadz dan santri. Dari gedung pesantren yang sangat sederhana mereka melantunkan barzanzi. Setelah itu ayat-ayat suci Al Quran terdengar merdu yang dilantunkan oleh salah seorang santri.

Kemudian kata-kata sambutan dari Salahuddin, tokoh masyarakat Dusun Lalang dan pengasuh pontok pesantren Syeikh Husni Thamrin. Salahuddin memberikan apresiasi yang dalam atas berdirinya Pesantren Al-Husniyah. Walaupun masih berusia dua tahun dan memiliki fasilitas yang sangat minim, namun dia mengaku, kehadiran pesantren ini memberikan dampak positif untuk mengajarkan ilmu agama di tengah-tengah masyarakat.

“Saya merasa senang dengan keberadaan pesantren ini di daerah kami, sehingga anak–anak kami tidak jauh untuk belajar ilmu agama,” ujar Salahuddin.

Salahuddin mengaku, masih banyak fasilitas yang harus dipenuhi pesantren ini agar lebih maju. Oleh sebab itu, dia berharap, kehadiran Muhri Fauzi Hafiz dapat memberikan jalan keluar untuk mendukung fasilitas yang dibutuhkan tersebut.

Sedangkan Husni Thamrin memaparkan kondisi pesantren saat ini, fasilitas apa saja yang sudah ada dan akan dibangun serta keberadaan santri yang berasal dari berbagai daerah termasuk satu orang santri berasal dari Malaysia.

“Saat ini yang kami butuhkan adalah aliran listrik. Sudah tiga bulan kami mengusulkan ke pihak PLN bahkan sudah kami bayar, namun hingga saat ini PLN belum memasang meteran kami. Listrik yang ada sekarang ini diambil dari tetangga,”  ujarnya.

Jalan menuju ke pesantren ini juga masih tanah dan sangat licin jika hujan turun. Sehingga butuh pembenahan dan mereka berencana untuk menambah ruang kelas. "Untuk itulah kami masih butuh dukungan dana dari berbagai pihak," kata Husni Thamrin.

Menurutnya, kondisi pesantren Al-Husniyah masih jauh dari kelayakan dan sangat perlu bantuan. Saat ini mereka hanya memiliki 2 lokal. Satu lokal dipakai untuk tempat istirahat para santri. Sedangkan satu lokal lagi untuk ruang belajar dan shalat.

Mendengar usulan dan menyaksikan langsung kondisi pesantren, Muhri Fauzi Hafiz akan berupaya untuk membantu semaksimal mungkin. Muhri berjanji akan membicarakan hal ini dengan Dinas terkait di Pemprov Sumut. Selain itu dia juga akan mempertanyakan ke pihak PLN, sehingga proses pemasangan instalasi listrik ke pesantren ini bisa dipercepat.

“Saya akan memperjuangkan pembangunan peantren ini ke Pemerintah Propinsi Sumut agar ini menjadi prioritas. Namun persyaratan administrasi seperti proposal dan surat–surat lainnya harus dilengkapi terlebih dahulu agar mudah memperosesnya,” ujar Fauzi.

“Kemudian dengan pihak PLN, nanti akan saya hubungi dan mempertanyakan mengapa lama sekali prosesnya,” tutup Muhri. (sdc)