Pawai Batik Medan Terbesar, Parade Budaya Medan Masuk Rekor MURI

17 Juli 2017  |  Sumut Today  |  225 pembaca  |  oleh Susilo


SumutDaily | Medan ~ Karnaval Budaya yang digelar Pemko Medan melalui  Dinas Pariwisata Kota Medan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-424 Kota Medan berlangsung meriah, Minggu (16/7/2017) pagi.  

Lebih dari 3.000 peserta mengikuti  karnaval ini dengan mengenakan Batik Medan, pakaian adat, serta pakaian hasil modifikasi yang sangat menarik. 
Selain untuk melestarikan 14 budaya etnis yang ada di Kota Medan, kegiatan ini juga digelar dalam rangka meningkatkan sekaligus mempromosikan kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara sekaligus sebagai hiburan kepada seluruh masyarakat yang selama ini sudah mendukung proses pembangunan di Kota Medan.

Yang membanggakan lagi, karnaval ini mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), khusus peserta yang mengenakan Batik Medan. Tercatat, 2.674 peserta karnaval mengenakan pakaian Batik Medan yang merupakan hasil kerajinan para pelaku UMKM di Kota Medan.

Sebelumnya, peserta yang mengenakan busana Batik Medan hanya ditargetkan 2.500 peserta saja. Ternyata jumlah peserta yang mengenakan batik hasil gagasan Ketua TP PKK dan Dekranasda Kota Medan, Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin SH ini lebih banyak lagi. Ternyata jumlah ini berhasil masuk Rekor MURI.

Oleh karenanya pihak MURI pun memberikan penghargaan dengan kategori Karnaval Mengenakan Busana Batik Medan Oleh Peserta Terbanyak. Penghargaan ini langsung diberikan pihak MURI kepada Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi didampingi Ketua TP PKK dan Dekranasda Kota Medan, Wakil Wali Kota, Ir Akhyar Nasution MSi beserta Wakil Ketua TP PKK, Ny Nurul Khairani Akhyar Lubis.

Sebelum melaksanakan Karnaval Budaya, seluruh peserta yang terdiri dari pimpinan SKPD, camat, lurah, kepala lingkungan serta masyarakat berkumpul di depan rumah bersejarah, Tjong Afie di Jalan Ahmad Yani . Mereka mengenakan Batik Medan dengan berbagai motif seperti Penari Melayu, Tepak Sirih, Istana Maimun, Becak Medan, Masjid Raya, Payung, Becak Medan, Durian, Bunga Kangkung, Bunga Terong, Kupu-Kupu, Daun Sirih dan Bunga Padi.

Selain itu para peserta juga mengenakan pakaian adat berasal dari 14 etnis yang ada di Kota Medan sebagai simbol keberagaman, serta busana hasil modifikasi. 

Wali Kota mengenakan Batik Medan bewarna biru dengan motif becak Medan, sedangkan Ketua TP PKK dan Dekranasda Kota Medan mengenakan motif tarian Melayu dan Istana Maimun dipadukan bunga merah juga warna biru. Sementara itu Wakil Wali Kota mengenakan Batik Medan bermotif Masjid Raya, sementara sang istri mengenakan busana bermotifkan tepak sirih.

Selanjutnya mereka beserta unsur Forkopimda dan ribuan masyarakat berjalan menuju Lapangan Merdeka melintasi karpet merah berukuran lebih kurang 2 meter dengan panjang sekitar 500 meter. Iring-iringan ini melintasi bangunan-bangunan tua yang memenuhi sisi kiri maupun kanan Jalan Ahmad Yani.

Pawai ini mendapat sambutan hangat ratusan masyarakat, termasuk sejumlah turis mancanegara  yang berdiri di pinggir jalan, selain tepuk tangan, mereka juga melambaikan tangan.  

Malah ada yang langsung mengabadikan momen langka ini dengan menggunakan kamera tustel maupun handphone.

Meski Jalan Ahmad Yani sempat ditutup namun kelancaran arus lalu lintas tidak terganggu selama pawai berlangsung hampir satu jam tersebut. 
Selain petugas Satlantas Polrestabes Medan dan Dinas Perhubungan Kota Medan melakukan pengaturan, volume kenderaan yang melintas pun berkurang lantaran hari libur dan masih pagi. (sdc)