Workshop Bank Sumut, Ini Tips Menjadi Pengusaha Pemula dari HIPMI

16 Juli 2017  |  Ekonomi  |  416 pembaca  |  oleh Susilo


Wakil Sekretaris HIPMI Sumut Aulia Rahman saat memberikan materi pada workshop Bank Sumut

SumutDaily | Kota Pinang ~ Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumut memberikan tips bagi para pengusaha pemula. Menurut Wakil Sekretaris Umum HIPMI Sumut, Aulia Rahman, untuk menjadi pengusaha sukses seseorang harus punya mimpi, valensi dan komitmen untuk melakukannya.

"Calon pengusaha harus punya mimpi, valensi atau kemampuan serta komitmen untuk melakukannya. Jangan takut untuk bermimpi menjadi pengusaha besar. Tidak ada yang melarang dan tidak butuh biaya besar. Namun untuk mewujudkannya harus punya valensi atau kemampuan dan yang terpenting komitmen kita untuk melaksanakannya," kata Aulia pada acara workshop Menjadi Pengusaha Pemula yang digelar Bank Sumut di Kotapinang, Labuhanbatu Selatan, Kamis (13/7/2017).

Pada workshop dengan thema "Bagaimana Memulai Usaha Bermodal Kecil" itu, Aulia memaparkan luasnya peluang usaha yang bisa digarap. Di antaranya bidang perbengkelan, pariwisata, peternakan, perikanan, pertanian dan home industri.

"Apalagi Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar. Kekayaan ini bisa dikelola melalui enterpreneurship atau kewirausahaan. Yang penting kita harus kreatif dan inovatif," katanya.

Salah satu cara untuk melatih potensi inovatif dan kreatifitas adalah selalu berinteraksi dengan alam, sesama manusia, pemanfaatan teknologi dan diwujudkan melalui proses kerja.

Aulia mencontohkan pelatihan inovatif dan kreatif melalui proses interaksi dengan alam. Gunakan rumus 5W plus 1 H. Contohnya bunga, kita harus berfikir apa itu bunga, mengapa ada bunga, bagaimana proses tumbuhnya dan mengapa bunga bisa layu. Dari pertanyaan-pertanyaan itu akan timbul ide dan peluang bagaimana membuat bunga tidak layu. Jawabannya tentu dengan membuat bunga plastik, bunga kertas ataupun bunga kristal.

"Latih terus potensi inovatif dan kreatifitas kita. Teruslah berinteraksi dengan alam. Gunakan juga potensi kecerdasan baik itu IQ, SQ, EQ dan PQ. Namun berdasarkan pengalaman saya, yang paling penting adalah Silaturahim Question atau kecerdasan kita dalam bersilaturahim dan mengambil manfaat dari silaturahim untuk kemajuan usaha," kata Aulia yang sedari kecil sudah mencari sendiri kebutuhan hidup dan pendidikannya.

Siapa saja yang bisa menjadi pengusaha? Menurut Aulia, siapapun bisa berwirausaha. Namun untuk menjadi pengusaha sukses, seseorang harus memiliki antusias, percaya diri, memiliki keyakinan, optimis dan penuh komitmen.

"Untuk mewujudkan mimpi menjadi pengusaha, seseorang juga harus memiliki inisiatif, inovatif dan kreatif serta memiliki jiwa kepemimpinan, memiliki motif untuk berprestasi dan berani mengambil risiko dengan dukungan analisis yang tepat," katanya.

Bagaimana dengan permodalan? Menurut Aulia, saat ini modal tidak lagi menjadi kendala besar bagi pengusaha pemula. Pasalnya, sudah banyak lembaga keuangan seperti perbankan yang mengucurkan kredit dengan bunga yang sangat rendah.

"Bank Sumut sendiri sudah meluncurkan program kredit Sahabat Insan Pengusaha Pemula (SIPP) dengan bunga yang sangat rendah yaitu 6,99 persen. Ini merupakan bunga terendah yang pernah dikucurkan bank di Indonesia. Kita harus berterima kasih kepada Bank Sumut dan harus memanfaatkan penawaran ini untuk memulai dan mengembangkan usaha," kata Aulia.

HIPMI Sumut, kata Aulia, sangat mengapresiasi program SIPP dan sudah menandatangani MoU dengan Bank Sumut. Program ini menunjukkan komitmen Bank Sumut untuk mengajak anak muda menjadi pengusaha pemula. (susilo)