Polres Madina Kesulitan Tentukan Pasal Jerat Peletak Kepala Babi Hutan di Mushala

12 Juli 2017  |  Hukum  |  139 pembaca  |  oleh Susilo


SumutDaily | Madina ~ Faatulo Halawa, pelaku peletakan kepala babi hutan di depan Mushala Al Ikhlas di Dusun Simpang Bambu, Desa Sundutan Tigo, Kecamatan Natal, Mandailing Natal (Madina), berpeluang terbebas dari jeratan hukum.

Pasalnya, Polres Madina yang menangkap pelaku, Senin (10/7/2017) kemarin, sampai saat ini kesulitan untuk menentukan pasal berapa yang akan disangkakan kepada tersangka.

Hal itu terbukti, ketika kru koran ini mengkonfirmasi Kapolres Madina, AKBP Martri Sonny via Whats App (WA), Rabu (12/7). Dua kali pertanyaan kru koran ini, soal pasal apa dan berapa serta ancaman hukuman yang akan dijeratkan kepada tersangka, Sonny tak memberi jawaban. 
Dia hanya menjawab pertanyaan kru koran ini, soal situasi dan kondisi di daerah itu pasca peristiwa dan penangkapan tersangka.

Dia mengatakan, meski situasi di sana terbilang masih aman terkendali, namun pihaknya tetap bersiaga guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan terjadi.

"Untuk proses penyidikan masih berlangsung. Itu situasi saat ini aman dan terkendali, 1 kompi Brimob dan Sabhara Polres serta Polsek zona juga stand by di wilayah kecamatan dan patroli di lokasi," katanya singkat.

Diberitakan sebelumnya, Faatulo Halawa, pelaku yang meletakkan kepala babi hutan di halaman Mushala Al Ikhlas di Dusun Simpang Bambu, Desa Sundutan Tigo, Kecamatan Natal, Mandailing Natal (Madina), akhirnya diamankan petugas kepolisian dari Polres Madina, Senin (10/7/2017), sekira jam 18.30 wib dari rumahnya di dusun itu juga. Setelah diamankan, pelaku langsung diboyong petugas ke Mapolsek Lingga Bayu.

Dari hasil interogasi polisi, pelaku mengakui dia yang telah meletakkan kepala babi tersebut. Informasi yang diperoleh, pelaku sengaja meletakkan kepala babi karena pelaku dendam kepada salah seorang dari kelompok penjerat babi dari Sibolga yang bernama Jombi Marbun karena telah mengganggu dan mengancam adik kandungnya, Juni Warni Halawa agar mau berpacaran dengannya. 

Lantas, pelaku memancing amarah dari masyarakat yang beragama Islam agar mengusir atau terjadi amukan massa terhadap kelompok penjerat babi dari Sibolga tersebut.

Pelaku mengetahui betul, umat muslim mengharamkan babi, sehingga masyarakat yang beragama Islam mudah terprovokasi.

Kapolres Madina AKBP Martri Sonny yang dihubungi wartawan, Selasa (11/7/2017), membenarkan penangkapan tersangka. "Tersangka masih dalam pemeriksaan petugas, diminta kepada semua pihak agar tidak terprovokasi terkait kasus ini. Jangan sampai ada tindakan tindakan yang dapat memicu kericuhan sehingga berdampak pada keamanan dan kenyamanan warga Kabupaten Madina khususnya," tegasnya. (sdc)

Tags:  Hukum Mastertindo