Tipu Bidan, Wanita Ini Diserahkan ke Polsek Medan Kota

08 Juli 2017  |  Peristiwa  |  98 pembaca  |  oleh Susilo


Sumutdaily | Medan ~ Elya Rosa Saragih, warga Dusun I, Desa Bandar Gugung, Kecamatan Bangun Purba, Deliserdang, akhirnya berurusan dengan petugas Polsek Medan Kota. 

Perempuan berusia 24 tahun yang mengaku merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut dan sempat menghebohkan Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (5/7/2017) kemarin, sempat diserahkan ke Mapolsek Medan Baru terkait kasus penipuan. Namun karena ada laporan dari salah satu korbannya di Polsek Medan Kota, makanya pelaku digelandang ke Mapolsek Medan Kota. 

"Jadi, Rabu (5/7) kemarin, jam 22.00 wib, pelaku diserahkan personel Polsek Medan Baru ke kita (Polsek Medan Kota), karena ada laporan korbannya kepada petugas kita. Tersangka diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagaimana di atur dalam Pasal 378 dan atau 372 KUHP," ungkap Kapolsek Medan Kota, Kompol Martuasah Hermindo Tobing kepada wartawan, Jumat (7/7/2017).

Pelapor, sebutnya, atas nama Rijani Elita Pasi (26), berprofesi sebagai bidan, warga Jalan SM Raja, Gang Pulau Harapan. 

Dijelaskannya, pada bulan April 2017 lalu, pelaku menjanjikan kepada pelapor bersama dengan 3 orang temannya bisa mengurus Surat tanda Register (STR).

Namun untuk pengurusan tersebut, pastinya tidak gratis. Pelaku meminta uang perorangnya melalui pelapor sebesar Rp2.5 juta dengan kesepakatan, bila STR tidak dapat diurus, pelaku berjanji akan mengembalikan uang para korbannya. 

Tunggu punya tunggu, ternyata pengurusan STR tersebut tak kunjung selesai. Korban pun berang, terlebih setiap ditagih, tersangka selalu menghindar. Malah, pelaku menghilang dan nomor kontak pelaku tak lagi aktif. Puncaknya, korban pun melaporkan peristiwa penipuan tersebut ke Mapolsek Medan Kota. 

"Tanggal 3 Mei lalu, ternyata STR yang diminta korban tak pernah terbit. Kemudian, korban meminta uangnya dan milik keempat temannya yang lain berjumlah Rp12 juta agar dikembalikan. Namun pelaku memghindar, dan malah pelaku menghilang serta tidak bisa dihubungi lagi. Pelaku ini ngakunya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi," terangnya. 

Lantas, lanjut mantan Kasat Reskrim Polres Deliserdang ini, korban kemudian mendengar kalau pelaku sudah ditangkap petugas Polsek Medan Baru. Mendengar itu, korban langsung bergegas menemui pelaku. 

Kemudian, korban menerangkan, pelaku telah melakukan penipuan terhadapnya dan bertemu langsung di Ramayana Plaza, Jalan SM Raja, Medan.

Dijelaskannya lagi, antara pelaku dengan keempat korbannya tersebut pada prinsipnya saling kenal. Mereka sama-sama pernah mengenyam pendidikan di Akademi Kebidanan (Akbid) yang sama. 

"Ini antara pelaku dan korban, saling kenal dan sama-sama pernah kuliah di Akbid. Jadi, kita masih melakukan pendalaman, kam bisa saja masih ada korban lainnya. Dan motifnya sendiri, ini murni demi uang dengan cara melakukan penipuan. Untuk korban lainnya, kita minta untuk membuat surat pernyataan telah ditipu pelaku," tegasnya. (sdc)