Sumut Today

LIRA Minta Gubsu Evaluasi Hidayati

Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) meminta Gubsu Edy Rahmayadi, mengevaluasi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Hidayati, terkait pengelolaan anggaran MTQN, di instansinya.

Dalam APBD 2018, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumut, mengalokasi dua kegiatan untuk menyemarakkan kegiatan MTQN ke 27. Pertama, Partisipasi dalam pelaksanaan event MTQN (2.16.2.16.01.98.09), sebesar Rp 499.958.000. Kemudian, kegiatan Kemilau Budaya Sumut dalam penyelenggaraan MTQN (2.16.2.16.01.129.10) sebesar Rp 269.044.000.

“Anggaran tersebut, tentunya mencurigakan. Mengapa ada dua kegiatan Disbudpar, dalam event yang sama. Sudah ada belanja ‘partisipasi’, mengapa ada lagi kegiatan kemilau budaya”, tanya Korwil LSM LIRA (Sumut-Aceh), Ahmad Syahrul Siregar,SH, Jumat (12/10/2018).

Hidayati, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut

Anehnya, lanjut Syahrul, dalam kegiatan “Partisipasi” terdapat belanja-belanja yang terkesan mengada-ada. Misalnya, biaya iklan di surat kabar (Rp 40 juta),Sewa kendaraan (Rp 95 juta), Dekorasi stand MTQ (Rp 115 juta), Makan minum (Rp 59 juta), Pakaian olahraga (Rp 25 juta), Perjalanan dinas (Rp 52,9 juta) dan Cinderamata (Rp 60 juta).

“Bahkan untuk kegiatan MTQN di Medan dan Deli Serdang, biaya perjalanan dinasnya justru ke Kabupaten Langkat dan Kabupaten Samosir. Bukan itu saja, ada juga sewa kapal di Danau Toba. Kaitannya apa..?”,tambah Syahrul lagi.

Syahrul juga menengarai ada duplikasi anggaran pada dua kegiatan tersebut. Dalam kegiatan “Partisipasi”, terdapat belanja pakaian olahraga dan belanja souvernir. Namun, pada kegiatan “Kemilau Budaya”, juga ada belanja yang sama.

Pada kegiatan “Kemilau Budaya”, terdapat belanja Pakaian Olahraga sebesar Rp 25 juta dan Belanja Souvernir Rp 30 juta. “Pastinya, anggaran pada dua kegiatan tersebut, banyak yang aneh. Makanya kita minta Gubsu mengevaluasi Hidayati”, ujarnya.(***)

Related Posts