Kesehatan

Walikota Medan Ajak Masyarakat Rutin Periksakan Kesehatan

SumutDaily | Medan ~ Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi mengajak masyarakat untuk melakukan medical check-up (pemeriksaan kesehatan) secara berkala untuk mengetahui kadar kesehatan tubuh. Apabila mengetahui tentang kondisi kesehatan tubuh, tentunya dapat cepat melakukan tindakan pencegahan berbagai potensi penyakit, termasuk hipertensi.

Ajakan ini disampaikan Walikota ketika menghadiri Car Free Day (CFD) sekaligus Peringatan Hari Hipertensi Dunia di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (22/7/2018). Dengan rutin melakukan medical check-up, Walikota mengatakan, warga dapat mengendalikan hipertensi yang selama ini kerap disebut sebagai silent killer (sang pembunuh senyap).

Diungkapkan Walikota, hipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler yang paling umum dan paling banyak terjadi di masyarakat. Berdasarkan data Riskesdas, jelasnya, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 25,8%, tapi hanya 9,5% penderita hipertensi yang didiagnosis oleh tenaga kesehatan akibat kurangnya kesadaran masyarakat untuk secara rutin memeriksa tekanan darahnya.

Tingginya angka hipertensi, kata Walikota, tidak terlepas karena perubahan pola hidup dan konsumsi masyarakat era modern. Dikatakannya, lingkungan kerja kantoran yang lebih banyak beraktivitas duduk, banyaknya makanan siap saji yang mengandung garam dan minyak dalam jumlah tinggi serta keengganan berolahraga disinyalir merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka hipertensi dan obesitas.

“Untuk itulah melalui peringatan Hari Hipertensi Dunia, saya mengajak masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Ingatlah lebih baik mencegah dari pada mengobati. Di samping itu terapkan pola hidup sehat dan rutin berolahraga agar terhindar dari hipertensi,” kata Walikota.

CFD dan peringatan Hari Hipertensi Dunia berlangsung meriah. Acara yang digelar Yayasan Janting Indonesia (YJI) Pusat dengan Pemko Medan ini bertujuan untuk menggugah kesadaran amsyarakat akan pentingya rutin melakukan medical check-up, terutama mengukur tekanan darah agar tidak terkena hipertensi.

Selain Walikota, acara juga dihadiri Wakil Walikota Ir Akhyar Nasution MSi, Ketua YJI Pusat Prof Dr dr Budi Setiano Sp.Jp (K), pimpinan OPD, camat, lurah serta ribuan masyarakat. Acara diawali dengan senam jantung sehat. Setelah itu dilanjutkan dengan peringatan Hari Hipertensi Dunia yang diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis dari sejumlah rumah sakit di Kota Medan.

Sementara itu Ketua YJI Pusat Prof Dr dr Budi Setiano Sp.Jp (K) juga mengingatkan kepada masyarakat agar senantiasa mengenali tekanan darahnya masing-masing. Dengan demikian masyarakat akan mengetahui apakah tekanan darahnya tinggi atau normal. “Kalau rendah (tekanan darah), kita tidak takut. Yang kita takutkan tekanan darahnya tinggi, makanya setelah mengetahui cepat konsultari dengan dokter baik di puskemas maupun rumah sakit,” ujar Budi.

Apabila tekanan darah terlalu tinggi tegas Budi, pembuluh darah otaknya bisa pecah yang biasanya disebut stroke dan rentan menyebabkan kematian. “Di samping itu jika pembuluh darahnya ada plak-plaknya, maka pembuluh darah akan tersumbat sehingga menyebabkan terjadinya serangan jantung,” ungkapnya.

Saat ini ada 4 penyakit yang menjadi pembunuh tertinggi, jelas Budi, yakni ada hipertensi, diabetes melitus, rokok serta kolesterol. Untuk itu Budi mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan, terutama tiga rasa yakni asin, manis dan gurih. Dikatakannya, asin penyebab darah tinggi, manis penyebab naiknya gula darah yang menimbulkan diabetes melitus serta gurih penyebab kolesterol. (sus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *