Politik

Spanduk ERAMAS #2019TETAP JOKOWI. Muchrid: Badut Memang Begitu…

Terpanjangnya spanduk pasangan ERAMAS (Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah) dengan embel-embel #2019TETAPJOKOWI, di berbagai sudut Kota Medan, mengundang reaksi Muchrid Nasution.

Jurubicara ERAMAS itu menilai, hal tersebut merupakan perbuatan “badut” yang sudah kehilangan bahan untuk membanyol.

“Badut memang begitu, kalau sudah kehabisan bahan banyolan, ya seperti itu. Mereka cenderung jahil dan usil, sehingga mengalami gagal panggung”,ujar Muchrid seraya tertawa, Minggu (22/07/2018).

Choky juga mengaku heran, terkait adanya tukisan kalimat: YANG MENDUKUNG GANTI PRESIDEN BUKAN WARGA SUMUT, pada spanduk tersebut. Menurutnya, pasangan ERAMAS menjunjung tinggi demokrasi dan menyerahkan sepenuhnya pilihan kepada masyarakat.

“Heran, tujuan membanyol mengapa berujung fitnah. Kalau demokrasi berhiaskan fitnah dan hoax, itu bukan ciri-ciri bangsa bermartabat. Pak Edy dan Pak Musa tidak pernah rela, demokrasi yang berhias fitnah dan hoax”,tegasnya.

Pria yang akrab dengan sapaan Choky itu juga mengatakan, hal seperti itu tidak perlu mendapat reaksi berlebihan dari rakyat, khususnya masyarakat Sumut pendukung ERAMAS, pada Pilgubsu Juni 2018.

“Masyarakat Sumut sudah cerdas dan tahu mana yang benar, mana yang salah. Tugas Pak Edy Rahmayadi dan Pak Musa Rajekshah, selaku gubernur dan wakil gubernur terpilih, bukan dukung mendukung calon presiden”, ujarnya.

“Tugas Pak Edy Rahmayadi-Pak Musa Rajekshah di Sumut, membangun Sumut dengan cara bermartabat, bukan membuat spanduk produk badut, seperti itu”,ujar Choky.

Muchrid Nasution

Aktivitas Pak Edi dan Pak Musa saat ini, sambung Choky,menunggu keputusan dari pemerintah terkait hasil akhir Pilgubsu 2018. Selain itu, keduanya saat ini memanfaatkan waktu memikirkan program pembangunan Sumut ke depan.

Terkait Pilpres 2019, lanjut Choky, tugas Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah adalah mengantarkan pesta demokrasi lima tahunan itu sukses. Sebagai pemimpin, mereka berdiri di atas semua kelompok dan golongan.

“Pak Edi dan Pak Musa tidak pernah menyampaikan apapun terkait pemilihan presiden karena memang bukan menjadi kewajibannya. Begitu juga Tim Eramas yang tidak pernah membuat dan menyebarkan spanduk seperti yang terlihat sekarang ini”, papar Choky.

Soal keberadaan spanduk tersebut, Muchrid menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan Pemko Medan, dalam upaya penertiban.(***)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *