Hukum

Kapoldasu Perintahkan Kasus Penembakan Wanda Segera Diusut

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw, memerintahkan Subdit Pengamanan Internal Polri (Paminal) mengusut tuntas kasus penembakan terhadap Wanda Gunawan Pasaribu, oleh oknum petugas Polsek Medan Timur.

Kapolda menegaskan hal tersebut saat menerima kunjungan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Sumatera Utara (Sumut), yang melaporkan kasus tersebut, Kamis (12/7/2018).

“Menantu Pak Otti Batubara yang bernama Wanda Gunawan Pasaribu dimana ditembak petugas Polsek Medan Timur terkait dugaan kasus pejambretan. Kami menduga banyak kejanggalan soal penembakan tersebut,” ucap Sekretaris Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Sumatera Utara, Devis Karmoy.

Menanggapi laporan tersebut, Kapolda Sumut langsung memanggil Kasubdit II Paminal, Sugeng ke ruangannya untuk memproses pengaduan DPD SPRI Sumut.

“Ya saya sudah baca berita itu, saya panggil sekarang Paminal ya,” ucap Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw.

Kapolda Sumut kemudian kepada Kasubdit II Paminal, AKBP Sugeng Riyadi menjelaskan secara singkat tentang masalah tersebut.

Kepada penyidik, Otti Batubara menyampaikan keberatannya atas aksi kekerasan yang  dilakukan petugas Polsek Medan Timur saat menangkap menantunya Wanda.

“Kita melaporkan terkait kekerasan yang dilakukan Polsek Medan Timur yang telah menembak ke dua kaki menantu saya Wanda Pasaribu. Wanda bukan buruan (DPO), dan dibawa baik-baik. Kenapa tiba-tiba kedua kakinya ditembak. Pengaduan menantu saya matanya dilakban dan dipikuli hingga kakinya ditembak. Jadi kita keluarga keberatan dengan aksi brutal petugas Polsek Medan timur,” terang Otti kepada penyidik Paminal, Syakban.

Kanit II Paminal Polda Sumut, Renward Sembiring mengatakan bahwa pihaknya berjanji akan segera memproses laporan keluarga korban.

“Kita akan langsung proses dan kita sudah buat suratnya. Kalau diteken hari ini maka kita akan langsung periksa Kapolsek Medan Timur terkait proses penangkapan tersebut mulai dari awal penangkapan sampai penembakan. Kita akan periksa kenapa sampai bisa seperti itu,” tegasnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *