Peristiwa

LSM LIRA: Pemko Medan Harus Beri Kerugian Mobil Rusak Tertimpa Pohon

Pemerintah Kota Medan, harus memberikan kerugian kepada warga yang mobilnya mengalami kerusakan, akibat tertimpa pohon saat kejadian angin puting beliung, beberapa hari lalu.

“Tidak ada alasan bagi Pemko Medan untuk tidak bertanggungjawab terhadap kerugian warga”,ujar Walikota LSM LIRA Medan, Drs Sam’an Lubis, Jumat (06/07/2018).

Pintu masuk untuk itu, ujar Sam’an, Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Dalam Undang-Undang tersebut, juga memuat tentang ruang terbuka hijau.

Berdasarkan Pasal 1 angka 31 UU Penataan Ruang, ruang terbuka hijau adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam.

Dalam Penjelasan Pasal 29 ayat (1) UU Penataan Ruang, dikatakan bahwa ruang terbuka hijau publik merupakan ruang terbuka hijau yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah kota yang digunakan untuk kepentingan masyarakat secara umum.

“Pohon yang menimpa kendaraan milik warga tersebut, dimiliki dan dikelola oleh Pemko Medan untuk kepentingan masyarakat. Maka secara hukum, kewajiban Pemko Medan memberikan kerugian”,paparnya.

Sam’an mengatakan, Pemko Medan jangan hanya pandai menarik pendapatan daerah, dari warga yang menebang pohon karena ingin mendirikan bangunan dan sebagainya.

Kader Partai Demokrat ini, juga menyesalkan pernyataan Sekretaris Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan, yang menyebutkan pihaknya tidak bertanggungjawab terhadap persoalan itu.

“Saya bertanya kepada Sekretaris Dinas, tapi jawabannya pihaknya tak bertanggungjawab. Aneh saja jika pejabat tidak paham aturan main terkait bidang instansinya”,kata Sam’an.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *