Politik

Sengkarut Pilgubsu, Penyelenggara Kehilangan Integritas

Munculnya sejumlah persoalan terkait Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) 27 Juni 2018, mengundang reaksi keras kalangan Anggota DPRD Sumut. Sengkarut ini, mengindikasikan penyelenggara kehilangan integritas.

“Ini merupakan kondisi terburuk sepanjang sejarah Pemilu Langsung di Sumatera”,ujar Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut, H.Muchrid Nasution, SE, Sabtu (30/06/2018).

Muchrid Nasution

Penyelenggara (KPU dan Bawaslu sejajaran-red), terkesan tidak mampu bekerja profesional, sehingga menimbulkan isu miring yang luas, di ranah publik. Banyak temuan di lapangan, yang tidak mampu terjawab dengan baik oleh Penyelenggara.

“Ini masih Pilgubsu, yang hanya menampilkan dua pasang kontestan. Bagaimana kelak nasib Pemilu 2019, dimana Pemilihan Presiden bersamaan dengan Pemilihan Legislatif”,ujar Muchrid.

Muhri Fauzi Hafiz

 

Muchrid mengaku, tidak bisa membayangkan bakal terjadinya kekisruhan pada Pemilu 2019 nanti.

“Sebaiknya para personil penyelengara diganti saja, khususnya pada lembaga Pengawas. Tak usahlah mereka ini dipakai lagi. Sepertinya, mereka kehilangan integritas sebagai pihak Penyelenggara”,ujar Muchrid.

Anggota Fraksi Demokrat DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz, mengungkapkan nada yang sama. “Memang integritas menjadi persoalan, mereka yang duduk sebagai Penyelenggara. Banyak persoalan yang muncul, tidak termenej dengan baik”,ujarnya.

Fauzi menyayangkan, gelontoran hibah yang sangat besar dari APBD Provinsi Sumut, menghasilkan kualitas demokrasi tidak seperti yang diharapkan.”Partisipasi pemilih, persoalan DPT dan C-6, serta dugaan pelanggaran Pemilu kerap menjadi persoalan dari tahun ke tahun”, ujarnya.

Muchrid dan Fauzi mengaku heran, karena Penyelengara saat ini, terkesan tidak memetik pelajaran dari Pemilu-Pemilu sebelumnya. Penyelengara, menurut mereka, kurang melakukan evaluasi terhadap sejumlah persoalan yang muncul.

Selain itu, keduanya juga berharap, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigasi khusus terhadap dana hibah yang berasal dari duit rakyat Sumatera Utara tersebut.(***)

 

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *