Hukum

KNPI Sumut Minta Pelaku Fitnah Bupati Tapteng Ditangkap

DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut, meminta institusi penyidik, segera menangkap pelaku fitnah dan pencemaran nama baik Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani.

“Ini harus diproses secara hukum. Apalagi, pelaku tanpa dasar yang kuat, sempat membuat laporan ke penyidik dengan tudingan Bakhtiar beeijazah palsu”,ujar Sugiat, di Medan, Jumat (23/3/2018).

Sugiat mengatakan Keluarga Besar KNPI memberikan apresiasi yang tinggi kepada Polda Sumut, yang membuat perkara jadi terang benderang.

Saat ini, lanjutnya, Pemkab Tapanuli Tengah melalui Biro Hukum, sedang mempersiapkan upaya pidana terhadap pelaku fitnah dan pencemaran nama baik Bendahara DPD KNPI Sumut tersebut.

Tidak tertutup kemungkinan, lanjutnya, pelaku terkena pasal berlapis. Pasalnya, pelaku diduga menyebarluaskan fitnah melalui sosial media, sehingga dapat terjerat pasal UndamUndang ITE.

“Di sini, KNPI juga turut memberikan pendampingan dan bekerjasama dengan Biro Hukum Pemkab Tapteng”,jelas Sugiat.

Sebelumnya tudingan ijazah palsu terhadap Bupati Tapteng disebut-sebut berada di Mabes Polri. Tetapi, Mabes Polri melimpahkan kasus tersebut ke Direktorat Reserse Kriminal Hukum (Dir Reskrimum) Polda Sumatera Utara.

Setelah melakukan proses hukum, Polda Sumut berkesimpulan, tudingan tersebut tidak benar.

“Itukan laporan masyarakat ke Bareskrim Mabes Polri, Hasil pemeriksaan penyelidikan bahwa, yang bersangkutan terdaftar dan benar lulus tamat”, ujar Kasubdit I Dir Reskrimum AKBP J Pakpahan SH kepada wartawan, Rabu (21/03/2018).

Pakpahan memaparkan, pembuktian dikuatkan beberapa data yang diperoleh dan kroscek secara langsung.

“Kita sudah cek langsung, hasil pertinggal nilai, daftar lulus serta di buku induk siswa juga lengkap dan terdaftar di Dinas Pendidikan Medan”,tegasnya.

Pakpahan sebelum mengakhiri wawancara, bahwa timnya yang menerima berkas pelimpahan di Subdit I Krimum Polda Sumut sudah melakukan pengambilam keterangan dari Dinas Pendidikan Kota Medan.

Informasi sebelumnya diperoleh, Bakhtiar Ahmad Sibarani, lahir di Pasar Batugerigis 2 November 1984 dan terdaftar di Sekolah Pharmaca Medan dengan Nomor Induk Siswa (NIS) 00007.

Politisi Hanura ini uga, diakui teman sebayanya sedikit nakal dan aktif berorganisasi. Sebab, sering bertengkar dengan teman sekelas maupun siswa lain yang tidak sepaham dengannya.

“Saya pernah satu kelas dengan dia (Bachtiar,red). Selain kategori nakalnaka sering bertengkar, Bakhtiar sempat jadi ketua OSIS kami dan selalu menjadi ketua kelas sejak kelas 1”pungas teman sebanya tersebut di sekolah Sekolah Menegah Farmasi (SMF) Pharmanca.(***)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *