Sumut Today

Penangangan Sampah di Medan Butuh Dukungan Masyarakat

SumutDaily | Medan ~ Penanganan sampah di Medan perlu dilakukan secara komprehensif. Di samping kesiapan instansi berwenang mengatasi persoalan ini, dibutuhkan dukungan masyarakat terutama prilaku tidak membuang sampah sembarangan.

“Sebenarnya banyak sekali aspek penting untuk penanganan sampah di kota kita. Salah satunya koordinasi Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dengan kecamatan yang kini diberi wewenang, perlu ditingkatkan secara optimal. Sebab di masa transisi ini, dibutuhkan sinergitas dengan intens agar penanganan sampah benar-benar bisa teratasi,” ujar Ketua Fraksi PPP DPRD Medan Abdul Rani kepada wartawan, di Medan, Minggu (21/1/2018).

Dia mengatakan, pihak kecamatan dan DKP perlu sama-sama mencari lokasi baru tempat pembuangan sampah (TPS) di wilayah masing-masing. Dengan demikian, volume sampah yang selama ini menjadi momok di buang sembarangan oleh masyarakat akan tertata rapi, sebelum di buang menuju tempat pembuangan akhir (TPA).

“Sebelum sampah dari lingkungan dan kecamatan dibawa ke TPA, perlu ada TPS di wilayah masing-masing agar penanganan sampah ini efektif dilakukan. Selama ini cenderung sampah berserak dimana-mana karena kurangnya TPS. Inilah yang menurut saya perlu dicarikan solusi bersama oleh dinas dan seluruh kecamatan. Bila perlu beli lahan masyarakat dan bebaskan untuk pengembangan TPS baru,” paparnya.

Medan kini praktis cuma punya satu TPA di Jalan Paluh Nibung, Kelurahan Terjun, Medan Marelan. Sedangkan volume sampah di sana diperkirakan hanya mampu menampung selama satu tahun lagi. Oleh sebab itu diperlukan perluasan lahan di area TPA, disamping rencana aktivasi TPA Namobintang di Kecamatan Medan Tuntungan. “Hal penting lainnya tentu mengedukasi masyarakat agar tidak buang sampah sembarangan. Jalankan juga perda tentang persampahan yang telah DPRD dan Pemko sahkan, agar ada efek jera bagi masyarakat yang tidak taat aturan. Lalu sediakan juga wadah atau boks sampah ditiap wilayah, sehingga sampah tidak berserakan di pinggir-pinggir jalan,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan Surianto, mendorong agar Pemko lebih cepat melakukan pengadaan armada sampah tahun ini. Sehingga operasional pengangkutan sampah mulai dari lingkungan sampai TPA berjalan efektif.

“Untuk itu kita meminta DKP lebih intensif berkoordinasi dengan seluruh kecamatan dalam hal penanganan sampah di seluruh wilayah Kota Medan. Rencana aktivasi TPA Namobintang juga kita dorong agar cepat direalisasikan tahun ini,” katanya.

Soal armada sampah yang ada sekarang pun, menurut dia, banyak dalam kondisi tidak laik. Karenanya agar penanganan sampah lebih efektif, dibutuhkan armada baru untuk mengangkut sampah sampai ke TPA. “Satu saja truk sampah itu rusak, selama beberapa hari bahkan seminggu sampah tertumpuk tak diangkut. Sudah gitu karena cuma satu TPA saja yang kita miliki saat ini, tentu menambah sulit penanganan sampah,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengamini bahwa kondisi daya tampung TPA Terjun sudah tidak memungkinkan menampung volume sampah masyarakat Kota Medan. Karenanya Pemko berkeyakinan, perluasan lahan sekitar empat hektar di TPA Terjun sangat diperlukan dan akan tuntas tahun. “Insya Allah saya optimis tahun ini akan rampung (perluasan TPA Terjun, Red). Karena di situkan ada lahan Pemko makanya bisa kita lakukan perluasan,” katanya, Kamis (18/1).

Dijelaskan Eldin, saat ini tengah dilakukan pembangunan akses jalan menuju TPA Terjun. Termasuk perluasan lahan yang 3 hektar di area TPA, akan turut dibenahi secara optimal tahun ini. “Akses jalan menuju TPA itukan sudah mulai dikerjakan tahun lalu. Makanya di tahun ini pengerjaannya kita lanjuti kembali. Pembukaan akses itu dulu yang penting disegerakan,” katanya. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *