Peristiwa

Angkot Mogok Massal, Polisi Turun Tangan Angkut Warga Pakai Kendaraan Patroli

SumutDaily | Medan ~ Aksi mogok massal angkutan kota (angkot), Rabu (13/12), benar-benar membuat banyak pihak kewalahan. Sampai-sampai, personil polisi sejajaran Polrestabes Medan dibantu Polda Sumut, turun tangan mengangkut warga dengan mobil patroli.

Pantauan wartawan di sejumlah lokasi, salah satunya di sekitaran jembatan layang atau Fly Over Amplas dan Terminal Amplas, sejak pagi jam 07.00 wib, para personil terlihat bersiaga dan disibukkan dengan ramainya masyarakat pengguna jasa angkutan umum, khususnya pelajar yang menunggu di pinggiran jalan.

Menggunakan kendaraan patroli, baik roda dua, roda empat maupun truk dinas yang biasa mengangkut pasukan, para personil kepolisian membantu mengantarkan masyarakat ke lokasi tujuan agar bisa menjalankan aktivitas seperti biasa.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, menyebutkan meski tidak ada persiapan khusus mengenai pengamanan aksi mogok para sopir angkot, namun pihak kepolisian berupaya menjalankan peran untuk memberi pelayanan kepada masyarakat meski dengan sarana transportasi seadanya.

“Meskipun menggunakan sarana transportasi seadanya seperti kendaraan patroli maupun truk pengangkut personil, upaya membantu masyarakat khususnya yang biasa beraktivitas dengan mobil angkutan umum merupakan salah satu bentuk peran pihak kepolisian memberi pelayanan kepada masyarakat,” jelas Rina.

Menurut Rina, para personil yang bersiaga di ruas-ruas jalan merupakan gabungan dari personil jajaran Polsek di beberapa wilayah Kota Medan dibantu personil Dit Sabhara Polda Sumut.

“Para personil yang siaga di ruas jalan itu merupakan personel jajaran Polsek maupun Polrestabes Medan dibantu personil Dit Sabhara Polda Sumut yang ditugaskan untuk membantu mengangkut penumpang terlantar dengan kendaraan patroli di wilayahnya masing-masing,” sebut Rina.

Kegiatan mengantarkan masyarakat, khususnya para pelajar maupun mahasiswa, juga dilakukan personil Polsek Medan Kota. Setidaknya ada 14 lokasi yang menjadi lokasi siaga personil Polsek Medan Kota. Ke-14 lokasi tersebut, seputaran sekolah Univa Marindal, kawasan Auto 2000 sampai ke SMA Sutomo Medan, sejumlah SD di sepanjang Jalan Sm Raja sampai kawasan Simpang Limun Medan.

Seputaran SMA Alwasliyah, Jalan Garu II, SMK Alwasliyah di Jalan Denai, sejumlah SMK di Jalan Karya, SMP UISU di Jalan Sukmawati AR Hakim, Sekolah Alwasliyah di Pasar Senin Jalan SM Raja, Garu III, Sekolah Parulian, seputaran Simpang Amplas menuju RS Permata Bunda, PDAM Tirtanadi, Medan Mall, Sekolah Yapim Sakti Lubis hingga Universitas Nomensen dan UNIVA.

Para personil bahkan menyiapkan arah tujuan pengangkutan menggunakan kendaraan patroli dengan rute Pos Kampung Baru-Delitua, Delitua-Namo Rambe, Namo Rambe-Karya Wisata dan Karya Wisata-Asrama Haji. Selain jenis mobil patroli, personil juga mengantarkan para siswa menggunakan kendaraan dinas roda dua.

Kapoksek Medan Kota, Kompol Martuasah Tobing, menyebutkan agenda kegiatan itu dilakukan sebagai perwujudan tiga hal dalam tugas kepolisian, di antaranya UU No.2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Perkap No.3 tahun 2015 Tentang Pemolisian Masyarakat dan Kep Kapolri No. Pol : Kep/8/X/2009 Tentang Bintara Polri Pembina Desa.

“Tidak hanya menyangkut penegakan hukum, polisi juga memiliki tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam hal apapun. Terlebih pada kondisi-kondisi tertentu seperti saat sopir angkutan umum mogok ini, kita juga punya kewajiban mengatasi dampak yang dirasakan masyarakat,” sebut Martuasah. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *