Sumut Today, Tak Berkategori

Diduga, Ada ‘Pengantin’ Lelang Stiker Coklit Pilgubsu

Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) menduga, ada ‘pengantin’ pada lelang Pencetakan Formulir Stiker Coklit dalam Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Tahun 2018.

Aktivis LSM LIRA, Andi Nasution menyebutkan, dugaan tersebut terkait adanya sejumlah persyaratan yang rumit dan menyulitkan UMKM untuk berkompetisi.

“HPS pekerjaan tersebut hanya Rp 987 juta lebih, yang berarti untuk pengusaha kecil. Namun persyaratannya, peserta lelang wajib memiliki mesin cetak, yang harganya hampir sepuluh miliar”, ujar Andi Nasution, Selasa (5/12/2017).

Dalam dokumen lelang disebutkan, daftar peralatan utama minimal untuk pelaksanaan pekerjaan yaitu, mesin cetak 4 warna ukuran area cetak 48 x 65 cm (2 unit) dan mesin cetak 2 warna ukuran area cetak 72 x 102 (1 unit).

Kemudian, mesin cetak 1 warna ukuran cetak 72 x 102 cm (1 unit) dan mesin potong (2 unit), mesin plat CTP (2 unit).

Pertanyaannya, lanjut Andi Nasution, apa fungsi mesin cetak dua warna dan satu warna tersebut ?

“Jangankan dua mesin cetak 4 warna dua unit, mesin cetak 4 warna sebanyak satu unit pun, mampu menyelesaikan pekerjaan tersebut, paling lama dua hari”, ujar Andi Nasution.

Hal lain, yang mengindikasikan adanya pengantin, bahwa semua mesin harus berada dalam satu area pabrik. “Kalau ada pengusaha yang memiliki semua mesin tersebut dalam satu area, berarti pengusaha tersebut bukan pengusaha kecil lagi. Perlulah dipertanyakan pajak pengusaha tersebut”, ujarnya.

Hal aneh lainnya adalah, terkait kontrak tahun jamak pada pekerjaan tersebut.

Berdasarkan Permenkeu No 157/PMK.02/2013, kontrak tahun jamak adalah kegiatan yang bernilai Sampai dengan Rp 10 miliar dan harus mendapat persetujuan Kepala Daerah.

Kemudian, kontrak tahun jamak tersebut, pelaksanaan pekerjaannya untuk masa lebih dari satu tahun anggaran.

“Lagipula, itu bukan merupakan pekerjaan yang bersifat kompleks. Pencetakan stiker Coklit, hanya pekerjaan biasa saja, jadi KPU Sumut jangan mengada-ada”, ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *