Pendidikan

Banjir Genangi Sekolah,Siswa di Liburkan

Sumutdaily,Asahan : Banjir kiriman akibat luapan air sungai Asahan yang tidak sanggup menampung debit hujan dari hulu sungai, mengakibatkan dua sekolah yang berada di desa Sei Dua Hulu Kecamatan Simpang Empat lumpuh tanpa aktivitas belajar mengajar selama hampir satu pekan.

Hal ini akibat ketinggian air masih menggenangi sekolah dan pemukiman rumah warga. Seperti di Sekolah Dasar Negeri 015638 Desa Sei Dua Hulu Kecamatan Simpang Empat yang terpaksa diliburkan Dinas Pendidikan setempat karena kondisi air masih meggenangi sekolah dan ruang belajar dengan ketinggian air mencapai enam puluh sentimeter.

Menurut Indah, salah seorang siswa sekolah dasar yang sekolahnya dihuni ratusan siswa tersebut, sekolahnya itu kini terlihat lumpuh dan ruang kelas yang berserakan karena sudah ditinggal selama hampir satu minggu lamanya karena para siswa tidak mungkin belajar dalam kondisi genangan air yang tinggi.

Selain itu, akses jalan menuju sekolah dan perumahan warga juga tidak bisa dilalui kenderaan roda dua karena masih tergenang air. Pardamean Sitorus, Kabid Pembina SD Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan dikonfirmasi wartawan mengatakan, ada empat sekolah yang terendam di wilayah kecamatan Simpang Empat.

“Memang ada empat sekolah yang terendam banjir. Tapi dua sekolah masih bisa dilakukan kegiatan belajar mengajar meski dalam keadaan banjir. Sementara itu dua sekolah lagi di Desa Sei Dua Hulu terpaksa diliburkan karena ketiggian air cukup besar,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (16/11).

Meski demikian ditambahkan Pardamean, Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan tidak membuat sekolah darurat atau lokasi belajar mengajar dipindahkan. Sebab jalan menuju sekolah terdekat sangat jauh dan sulit dilalui karena banjir,”ujarnya.

Hingga kini, pihak sekolah masih meliburkan siswanya dengan tidak membuat sekolah darurat selagi berharap banjir kiriman yang terjadi dapat segera surut sehingga warga menjalankan aktivitasnya kembali.

Sementara itu, lebih dari 200 kepala keluarga di Desa Sei Dua Hulu terancam kelaparan karena mereka tidak bisa bekerja dan sulit keluar dari desanya akibat banjir. Kendati tetap menerima bantuan jatah beras dari para relawan dan disalurkan oleh BPBD Asahan, warga berharap Pemkab Asahan dapat secepatnya mengatasi solusi banjir yang terjadi di wilayah perbatasan Kabupaten Asahan dan Tanjungbalai ini.

“Hampir setiap akhir tahun desa kami ini selalu banjir. Semoga ada solusi cepat dari Pemda Asahan untuk membentengi sungai sehingga air tidak meluap,” kata Davidson Sirait warga desa setempat. (Azhar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *