Peristiwa

Menyaru Jadi Polantas, 2 Perampok Dipelor Polisi

SumutDaily | Asahan ~ Dua dari lima perampok yang menyaru sebagai Polisi Lalulintas terpaksa di hadiahi timah panas oleh personil Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polres Asahan. Petugas terpaksa memberikan tembakan pada bahagian kaki untuk melumpuhkan para tersangka karena mencoba melawan saat diringkus.

“Para pelaku mengaku petugas Polantas saat melakukan aksinya. Modus yang mereka gunakan menuduh sopir dan kernet membawa narkoba jenis sabu-sabu,” kata Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Bayu Putra Samara, didampingi Kanit Jatanras IPDA M Khomaini dalam pemaparan kasus di Polres Asahan, Kisaran, Senin (14/11/2017).

Kedua tersangka yaitu, Timbul Hasudungan Situmorang, 18, warga Langkat dan Samuel Hutapea, 30, warga jalan Simalingkar Medan. Keduanya ditangkap di sebuah rumah warga jalan Amal Medan, Senin (13/11/2017) dinihari.

Khomaini mengungkapkan, terbongkarnya aksi kedua tersangka berawal dari laporan pengaduan korban, yaitu M Yunus. Yunus saat itu bersama kedua temannya Sukardi dan Maruli Sitompul singgah di warung untuk beristirahat di jalan lintas Sumatera, tepatnya di Desa Pondok Jati, Sabtu (4/11/2017).

Tiba-tiba, para pelaku dengan mengendarai mobil Toyota Avanza datang menghampiri. Para pelaku kemudian menuduh rekan Yunus membawa narkoba. Para pelaku lalu meminta sejumlah uang. “Saat itu korban menyerahkan uang sebesar Rp 50.000 kepada tersangka,” katanya.

Sementara pelaku lainnya meminta Yunus untuk mengambil dan menyerahkan uang hasil penjualan. Karena dibawah ancaman, Yunus terpaksa mengambil uang dan menyerahkan kepada para pelaku. Selain itu korban juga dipaksa masuk dan ikut kedalam mobil.

“Setelah menyerahkan uang sebesar Rp 21 juta. Korban dipaksa ikut. Mata korban ditutup dengan lakban hitam, lalu dibuang ke jalan Tol Sei Rampah,” ungkapnya.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 365 (1) KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan “Para pelaku diancam dengan hukuman penjara selama 9 tahun,sedangkan 3 temannya kita jadikan DPO”,tegasnya.

Sementara itu, salah seorang tersangka, Timbul mengakui perampokan yang dilakukan bersama rekan rekannya itu. “Iya bang. Dan ini baru pertama kalinya aku merampok. Hasil uang rampokan kubelanjakan untuk makan, termasuk membeli sepatu. Aku dapat jatah Rp 1.750.000,” katanya (azhar nasution)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *