Kesehatan

Cegah DBD, Denkesyah 01.04.02 Sibolga Lakukan Fogging di Asmil

SumutDaily | Sibolga ~ Satu bulan hujan mengguyur membuat Kota Sibolga mulai dibayang-bayangi wabah Demam Berdarah Dengue (DBD). Tak terkecuali di Asrama Aek Habel. Tercatat tiga putra-putri prajurit TNI AD yang tinggal di asrama itu terserang demam yang disebarkan oleh nyamuk aedes agipty itu. Selain itu ada juga yang terserang flu dan diare.

Untuk mengantisipasi penyebaran lebih luas wabah DBD, Denkesyah 01.04.02 Sibolga melakukan pemberantasan nyamuk aedes agepty dengan penyemprotan alias fogging. Fogging dilakukan di seputaran asrama Aek Habel, terutama di parit dan rumah prajurit.

Dandenkesyah 01.04.02 Letkol CKM A. Rumahorbo mengatakan, biasanya di musim penghujan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk aedes agipty. Pasalnya, di musim penghujan banyak sampah berupa kalen bekas, ban bekas dan benda-benda lainnya yang terisi air dan terjadi genangan untuk beberapa waktu. Genangan air itulah akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk aedes agipty. Meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, maka risiko terjadi penularan juga semakin meningkat.

“Untuk mengantisipasi penularan penyakit ini, kita melakukan pengasapan/fogging di sektiar asrama Aek Habel, terutama di parit-parit rumah prajurit. Hal ini dilakukan untuk pencegahan penyebaran penyakin demam berdarah di sekitar asrama,” katanya.

Ditambahkan Letkol CKM A Rumahorbo, demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui nyamuk aedes agipty. Penyakit ini menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan pendarahan.

“Fogging dilakukan sebagai upaya pemberantasan nyamuk (inang), sementara untuk pencegahan terhadap kasus DBD adalah dengan melaksanakan 3 M (Menguras, Menutup dan Mengubur ),” ungkap beliau.

Pencegahan ini dilakukan untuk menghindari gigitan nyamuk aedes aegypti. Dan yang perlu diwaspadai adalah bahwasannya nyamuk jenis ini akan aktif pada waktu pagi hingga sore hari. “Sehingga yang efektif adalah dengan menghindari gigitan pada waktu tersebut. Jangan tidur pada waktu tersebut, bila terpaksa pakailah kelambu,” ujar Danden Kesyah. (sus/penrem023)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *