Exif_JPEG_420

Sumut Today

Aneh, Konsultan Pengawas Rekanan Dinas PU Medan Berkantor di Bengkel Mobil

SumutDaily | Medan ~ Memiliki sebuah kantor yang representatif dengan domisili yang jelas serta lingkungan yang nyaman merupakan salah satu syarat mutlak untuk menjadi rekanan di lingkungan Satuan Kerja Pelaksana Daerah (SKPD) jajaran pemerintahan daerah.

Namun anehnya, PT Pancarancang Pratama, salah satu rekanan konsultan Pengawas di Dinas PU Pemko Medan ini justru melaksanakan kegiatan operasionalnya di bengkel mobil.

Padahal jelas, dalam dokumen yang diperoleh dari situs Lelang dan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), perusahaan tersebut tercatat sebagai rekanan yang berdomisili di Jalan Mesjid Raya No.14 Medan.

Kondisi itu menimbulkan kegelisahan rekanan kontraktor pelaksana yang menjadi rekanan di Dinas PU Medan.

Salah seorang rekanan pelaksana kepada wartawan mengungkapkan, pihaknya merasa heran karena saat hendak mengurus dokumen terkait pelaksanaan pekerjaan justru diarahkan ke Bengkel Mobil Rondang yang berdomisili di Jalan Raya Menteng, persis berseberangan dengan SPBU Pertamina.

“Padahal rekanan ini alamatnya kami ketahui dari dokumen LPSE di Jalan Mesjid Raya Medan. Ini kok malah diarahkan ke Bengkel Mobil,” ungkap salah seorang kontraktor pelaksana rekanan Dinas PU Medan, Kamis (09/11/2017) di lokasi Bengkel Rondang, Jalan Raya Menteng, Medan.

“Ini juga sangat aneh, perusahaan rekanan konsultan pengawas yang mengawasi proyek-proyek yang diselenggarakan pemerintah yang menggunakan uang rakyat dengan nilai mencapai puluhan miliar kenapa kantornya seperti ini? Ini jelas ada sesuatu yang tidak beres,” ungkap rekanan tersebut dengan nada kebingungan.

Karenanya, dia meminta kepada Dinas PU Medan agar menindak tegas PT Panca Rancang Pratama, sebagai konsultan pengawas yang tidak taat aturan main.

Saat wartawan mencoba mengkonfirmasi status kantor yang berlokasi di Bengkel tersebut, salah seorang staf kantor mengatakan bahwa dirinya tidak berwenang untuk memberikan informasi apapun kepada awak media.

“Bapak-bapak ini semua dari mana, dan apa tujuannya datang kemari. Saya tidak akan memberikan informasi apapun karena itu bukan kewenangan saya,” ungkap staf wanita tersebut kepada para awak media.

Bahkan sempat terjadi dialog yang cukup panas antara awak media dengan staf tersebut.

Sementara itu, dari pengamatan di lokasi, keberadaan kantor memang cukup mencurigakan. Bangunan yang ditempati kantor tidak memiliki tanda apapun yang menegaskan bahwa itu adalah kantor PT Pancarancang Pratama. Lokasi bangunannya juga berada di pojok sudut halaman belakang Bengkel Mobil Rondang dan bersebelahan dengan rumah penjaga bengkel yang kondisinya sangat memprihatinkan dan terlihat tidak layak huni.

Selanjutnya, saat wartawan memasuki ruang kantor, di bagian depan terletak dua buah meja kerja yang saling berdempetan satu sama lainnya. Dan dimeja tersebut terletak dua unit laptop yang befungsi sebagai meja kerja. Namun tidak ada satupun staf pekerja di ruang depan tersebut.

Memasuki ruang dalam kantor tersebut yang dibatasi pintu kaca dengan ruang depan, awak media langsung berhadapan dengan dua orang staf wanita, yang terlihat tengah bekerja dengan kondisi ruangan yang gelap, karena sumber penerangan tidak ada yang dihidupkan. Dan di meja para staf tersebut terlihat bundelan dokumen yang menggunung.

Sementara itu, saat awak media mencoba mengkonfirmasi keberadaan kantor PT Panca Rancang Pratama ke Kepala Dinas PU Medan, Khairul Syahnan melalui sambungan telepon mengaku, tidak tahu mengenai kantor tersebut. “Saya tidak tahu itu, coba ditanyakan saja kepada KPA (kuasa pengguna anggaran-red), dia yang lebih mengetahuinya,” ungkap Kadis PU Medan via telepon.

Sementara itu, salah seorang Site Engineer PT Panca Pratama Perkasa, Sarmedi Napitupulu, yang coba dihubungi via telepon dan pesan singkat oleh awak media tidak menjawab sama sekali. (sus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *