Peristiwa

Bupati Asahan Minta Seluruh OPD Peduli Bencana Banjir

Sumutdaily,Asahan : Terkait dengan bencana banjir yang mengakibatkan 3.987 RT terdampak dan merusak beberapa infrastruktur seperti, longsornya tanggul serta lenin atau drainase di beberapa wilayah Kecamatan, Bupati Asahan Drs. H. Taufan Gama Simatupang M.A.P. meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Asahan untuk peduli.
Permintaan itu, disampaikan Wakil Bupati Asahan H. Surya, B.Sc. dalam arahan tindakan penanggulangan bencana banjir di wilayah Asahan, Kamis sore (9/11/17) di kantor BPBD Kabupaten Asahan Kisaran.
“Saya minta kepada seluruh OPD agar peduli dan mengambil langkah-langkah buah pikiran dan tindakan penanggulangan bencana banjir di bawah kendali BPDB Kabupaten Asahan,” kata Surya meneruskan permintaan Bupati.
BPDB Kabupaten Asahan merilis Laporan Situasi (Lapsit) yang diterbitkan 9 November 2017 pukul 18.30 wib, bahwa banjir dan longsor terjadi dampak dari hujan dari per 27 Oktober – 7 November 2017 dengan intesitas ringan hingga tinggi di wilayah hulu Kabupaten Asahan maupun secara lokal ataupun menyeluruh, mengakibatkan 14 Kecamatan yang tersebar di 39 Desa atau 81 dusun terdampak banjir, dengan rincian 3.987 RT terdampak banjir, longsor di 6 titik (Kecamatan (Tinggi Raja 2 titik,  Kecamatan Bandar pulau 3 titit dan Kecamatan Buntu pane 1 titik.
Kerusakan benteng di 7 titik di Kecamatan Buntu Pane 5 titik, Kecamatan  Tinggi Raja 2 titik, kerusakan lenin / drainase di 3 titik, Kecamatan Setia Janji, Kecamatan Pulo Bandring dan Kecamatan Meranti serta hanyutnya 1 jembatan kayu di Kecamatan Pulo Bandring.
Selain itu, kerusakan areal sawah dan pertanian hampir 200 ha masing-masing di Kecamatan Setia Janji dan Kecamatan Meranti serta Rawang Panca Arga dan juga mati dan hilangan ternak atau unggas masyarakat.
Kepala BPBD Kabupaten Asahan Safruddin Harahap, S.H. melalui Kabid Darlog Khaidir Sinaga, S.STP mengatakan, bahwa dari 14 Kecamatan yang sebelumnya terdampak banjir, saat ini tinggal 5 Kecamatan masih terdampak genangan air yang sebagai efek vektor turunnya atau surutnya air banjir dari wikayah Kecamatan yang lebih tinggi atau di hulu,  menuju wilayah yang lebih rendah.
“Tinggal 5 Kecamatan yang terdampak, yakni,
Kecamatan Pulo Bandring, Teluk Dalam, Meranti, Simpang Empat dan Tanjungbalai,” katanya.
Menurut Khaidir, pihaknya telah mengambil beberapa tindakan seperti, pengevakuasian masyarakat tempat yg aman,  pendirian tenda sebanyak 16 unit tenda,  pendirian posko lapangan penanggulangan bencana, posko kesehatan lapangan dan bekerjasama dengan instansi serta perangkat daerah terkait di Kabupaten Asahan. (Sdc).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *