Sumut Today

Tangkap Penadah Ranmor Polisi Dikepung Massa

SumutDaily | Medan ~ Personil Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Sumut mengungkap kasus penggelapan mobil dan sepedamotor dengan modus rental.

Dari kasus ini, petugas mengamankan 5 orang pelaku. Kelimanya, Ahmad Tohir (40), Latief Saragi (37), Trisna Bobby Fadly (36), Eddy Suwito (57) dan Raja Mangembang Hutagalung (44). 
"Dari kelima tersangka ini, mereka berhasil menggelapkan sedikitnya 20 mobil dan 13 unit kereta, lalu menggadaikannya," ungkap Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw kepada wartawan, Jumat (20/10/2017) petang.

Dijelaskannya lagi, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang dihimpun personil Ditreskrimum, ada seorang penadah bernama Lukas Tarigan (DPO) yang keberadaan diketahui di Jalan Jamin Ginting, Dusun III Petrampilan, Desa Namu Puli, Pancurbatu, Selasa (10/10/2017) lalu, sekira jam 21.00 wib. 

Saat polisi mendatanginya, Lukas tersadar kalau yang datang adalah polisi yang akan menangkapnya. Dia kemudian berteriak dan memerintahkan warga sekitar untuk menghabisi polisi.

Aksi provokasi itu berhasil, warga pun datang berhamburan untuk menganiaya petugas, Kompol Safrizal dkk. Setelah dipukul mundur, beberapa personil polisi tak mau ambil risiko. Yang tertinggal hanya rombongan Kompol Safrizal yang menaiki mobil Toyota Avanza BK 1184 JT.

Dari amatan, mobil polisi yang diserang masyarakat, tampak bolong di bagian body sebelah kiri akibat dihantam benda tajam. "Pada saat pengungkapan anggota kita mendapatkan perlakuan yang luar biasa. Diserang menggunakan senjata tajam. Akibatnya, 2 unit mobil kita rusak. Kendaraan boleh rusak, tapi anggota kita berhasil selamat," ucap Waterpauw. 

Untung saja, seorang ibu rumah tangga (IRT) mampu menghalangi dan melarang aksi amukan warga, sehingga mampu bernegoisasi. Alhasil, Kompol Syafrizal berhasil keluar dari kepungan warga dengan menumpang becak bermotor menuju Polsek Pancurbatu guna meminta pertolongan. Sementara, Lukas Tarigan berhasil kabur. 
"Setelah bantuan datang, anggota kita kembali menuju lokasi dan mengamankan para pelaku," tukasnya.

Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Andi Rian, mengatakan 2 dari barang bukti yang diamankan terlihat dicat sedemikian rupa, sehingga tampak bermotif salah satu organisasi kepemudaan (OKP) di Kota Medan. 

"Memang kita lihat barang bukti dicat sedemikian rupa, yang tidak sesuai (aslinya). Untuk itu sampai saat ini, nomor rangka dan nomor mesin sedang kita cek di Ditlantas. Kalau tujuannya dicat seperti itu (untuk menakut-nakuti), sampai saat ini penyidikan kita belum sampai ke sana," ucap Andi Rian. 

Atas perbuatan pelaku, Polda Sumut mengenakannya dengan pasal berlapis, yakni Pasal 372 KUHPidana jo Pasal 55, 56 dan Pasal 480 KUHPidana. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *