Sumut Today

2 Kurir Asal Aceh Dicokok Polisi, Barbutnya 48 Kilo Ganja

SumutDaily | Medan ~ Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut menggagalkan peredaran 48 kilogram ganja kering asal Bireun, Aceh. Selain mengamankan daun haram itu, petugas juga membekuk 2 kurirnya, yakni Fajri bin Abakal (18) dan Abdullah (20), keduanya warga Jalan Masjid Pelimbang, Desa TP Panah Dusun Poteumeurehom, Kecamatan Palimbang, Bireun.

Kedua pelaku yang masih berstatus pelajar ini diamankan saat berada di depan loket Bus Antar Lintas Sumatera (ALS), Jalan SM Raja, Medan, Kamis (19/10/2017) kemarin.

“Kedua pelaku berangkat menaiki transportasi jenis L300 dari Langsa untuk selanjutnya ke Pangkalanbrandan,” kata Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu, Jumat (20/10/2017).

Dari pengakuan kedua pelaku, ganja kering 48 kg yang disimpan dalam 2 koper merah ini akan diedarkan di Bukit Tinggi dengan dibiayai uang transportasi senilai Rp2 juta.

“Dikarenakan bus menuju Bukit Tinggi tidak ada, maka kedua pelaku singgah ke loket Bus ALS. Di situ lah kita amankan kedua pelaku dan mengamankan barang bukti 48 kg ganja dalam 2 koper,” kata Faisal.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat melanggar Pasal 111 Ayat (2) jo Pasal 132 UU No.2009 Tentang Narkotika.

Sementara, salah seorang kurir, Fajri bin Abakal, mengaku terpaksa menjalankan bisnis haram tersebut karena terikat utang. Dia nekat menerima tawaran dari sang bandar bernama Abdullah (45), agar utang keluarganya lunas terbayarkan.

“Bapak saya sakit, sudah susah napas. Keluarga saya pun punya utang sama Abdul. Musibah tabrakan adik saya, yang menanggulanginya itu Abdul,” akunya.

Pria bertubuh kecil ini, juga mengaku dia dan temannya, Abdullah diperintahkan sang bandar untuk mengantar ganja ke Bukit Tinggi dengan iming-iming Rp400 ribu perkilo, jika sudah tugasnya selesai.

“Saya cuma tukang gendong aja. Rencana perkilo akan diupah Rp400 ribu, tapi baru dikasih uang jalan Rp2 juta. ┬áKami juga gak tau barang yang kami bawa ternyata sebanyak ini,” ucap Fajri. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *