Hukum

Kapoldasu Perintahkan Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Seksual Pada Anak

SumutDaily | Medan ~ Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Indonesia meminta Kapolda Sumut untuk memberi atensi terhadap setiap proses penyidikan kasus kekerasan seksual pada anak.

Permintaan itu disampaikan Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait saat lembaganya beraudiensi dengan Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw di Ruang Sinabung, Mapolda Sumut, Kamis (14/9/2017).

Arist Merdeka juga mengatakan Polri perlu dukungan penuh dari masyarakat agar tidak adanya penolakan dari jaksa untuk menangani kasus terhadap anak. "Saya menginginkan dengan diadakannya pertemuan ini bisa menyusun kesepakatan bersama (MoU) antara Polda Sumut dengan Komisi LPA Sumut dan jajaran untuk menguatkan proses penegakan hukum yang melibatkan anak, baik sebagai korban maupun sebagai pelaku khususnya kejahatan seksual di Polda Sumut," pinta Arist Merdeka Sirait.

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi para Pejabat Utama mengatakan, selama ini dia memberikan dukungan kepada penyidik dalam menangani kasus anak yang berhadapan dengan hukum, baik anak sebagai maupun sebagai pelaku.

Ketua LPA Medan, Miswardi Batubara di kesempatan itu menceritakan bagaimana darurat kekerasan seksual yang terjadi di Medan dan butuh dukungan kepolisian.
Mendengar paparan kendala yang dihadapi Komnas PA dan LPA Kabupaten/Kota maupun Provinsi, Waterpauw langsung menyahut. Dia mengatakan, kasus perempuan dan anak menjadi atensi Polda Sumut.

"Perlindungan terhadap perempuan dan anak menjadi atensi kami dan semua instansi. Apalagi kasus pemerkosaan yang dialami anak-anak merupakan luka yang akan dia ingat seumur hidupnya, sehingga siapapun pelakunya hukum sekeras-kerasnya. Itu perintah saya," tukasnya.

Waterpauw mengatakan polisi akan terus menindak tegas para pelaku kekerasan seksual terhadap anak, dan tidak akan ada namanya proses penyelesaian secara kekeluargaan. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *