Hukum

Tersangka OTT di DPM-PPTSP, Diperiksa 7 Jam dan Dicecar 7 Pertanyaan

SumutDaily | Medan ~ Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Perizinan Infrastruktur, Ekonomi dan Sosial di  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PPTSP) Pemprov Sumut, Corneti Sinaga, untuk kali kedua diperiksa penyidik Subdit III/Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, Selasa (12/9/2017).

Mengenakan kemeja batik kebiruan, Corneti Sinaga hadir didampingi 5 tim kuasa hukumnya di ruang penyidik sekira jam 10.00 wib. Kemudian naik ke lantai dua Gedung Ditreskrimsus untuk dimulai pemeriksaannya.

Dia diperiksa sebagai saksi atas ulah bawahannya yang bernama Khairri Rozzi Nasution yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Tim Saber Pungli Polda Sumut, Kamis (31/8/2017) lalu.

Setelah menjalani pemeriksaan selama tujuh jam, Corneti yang pada saat itu juga didampingi suaminya keluar dari ruang penyidik pada jam 17.00 wib.

Dari pantauan, Corneti Sinaga yang mengenakan masker dan menenteng berkas di tangan kanannya, berjalan santai keluar ruangan penyidik. Ia kemudian menyusul tim pengacara yang berada di luar ruangan.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, mengatakan dipanggilnya Corneti untuk kedua kalinya guna menjalani pemeriksaan sebelumnya yang belum tuntas.

"Ada 15 pertanyaan yang diajukan penyidik terhadap saksi yang bersangkutan. Memang kondisinya agak kurang sehat pada saat pemeriksaan, tapi bisa menjawab pertanyaan penyidik dengan baik," kata Nainggolan.

Saat diperiksa, kondisi Corneti sangat lemah. Sebab, ia merasa belum pulih usai pada pemeriksaan pertama, ia tumbang tatkala penyidik mencecarnya 7 pertanyaan. Untuk itu, ia meminta penyidik memberikan waktu untuk memeriksa kesehatannya.

"Pemeriksaan belum selesai. Kita akan kembali memanggil saksi pada pemeriksaan yang dilakukam Kamis pekan depan," ucap Nainggolan.

Seperti diketahui, Corneti Sinaga tumbang di hadapan polisi ketika baru saju dicecar tujuh pertanyaan seputar ditangkapnya stafnya tersebut, Jumat (1/9/2017) lalu. Ia sempat dirawat dua hari di Rumah Sakit (RS) Materna.

Tim Saber Pungli Polda Sumut menciduk Khairri Rozzi Nasution saat berada di kantornya di Jalan KH Wahid Hasyim sekira jam 17.00 wib, Kamis (31/8/2017) lalu. OTT yang dilakukan berawal dari adanya informasi dari seseorang yang menyebutkan, ada oknum PNS di DPM PPTSP yang dengan cara meminta pembayaran terhadap pengurusan izin air bawah tanah kepada pemohon yaitu PT Bilah Plantindo dan PT Pangkatan Indonesia.

Selanjutnya, petugas bergerak dan melakukan OTT terhadap tersangka, Khairri Rozzi Nasution, warga Jalan Namorambe II, No.148, Lingkungan VIII, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, ketika melakukan pungutan terhadap korban, Yudy Prasetyo, selaku pemohon izin.

Dari tersangka, disita uang sejumlah Rp8,5 juta, 8 eksemplar dokumen pengusulan izin Air Bawah Tanah PT Bilah Plantindo dan PT Pangkatan Indonesia dan 8 eksemplar dokumen izin Air Bawah Tanah PT Bilah Plantindo dan PT Pangkatan Indonesia
Tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e Pasal 11 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *