Peristiwa

Sindikat Pembobolan ATM BRI Syariah Tebingtinggi, Dua Lagi Diburu

SumutDaily | Medan ~ Setelah melakukan penyelidikan selama hampir 2 bulan, Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut akhirnya berhasil mengungkap misteri perampokan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BRI Syariah di Tebingtinggi. 

Secara keseluruhan, petugas mengamankan 6 orang pelaku dan beberapa di antaranya terpaksa dihadiahi timah panas karena berusaha melawan saat akan diamankan.

Para pelaku yang berhasil diringkus yakni, Tunggul Hatigoran Sihombing (43), kemudian menyusul 5 tersangka lainnya yakni, Burhanudin alias Burhan alias Regar Botak (66), Arifin Siregar alias Siregar alias Ardiansyah (42), Pirman Siregar (36), Armen Sinaga (54) dan Alidin (38).

Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum  Polda Sumut, AKBP Faisal Florentinus Napitupulu mengatakan, awalnya pihaknya mengamankan tersangka Tunggul Hatigoran Sihombing. 

"Kemudian dari hasil pengembangan kita mendapatkan informasi bahwa tersangka Regar Botak yang merupakan salah satu anggota komplotan ini ternyata berada di Sulawesi Selatan. Dari informasi itu kita langsung bergerak ke Sulawesi untuk melakukan penyelidikan dan upaya penangkapan terhadap tersangka," ujar Faisal, Rabu (23/8/2017) petang.

Dikatakan Faisal, para pelaku terlibat perampokan mesin ATM BRI Syariah yang terjadi di Jalan Sudirman, Tebing Tinggi pada Senin 16 juni 2017 lalu. Saat itu para pelaku mengambil mesin ATM yang berisi Rp100 juta dan membawanya kabur dengan menggunakan mobil Toyota Inova.

"Dengan diamankannya para tersangka, secara otomatis kami juga berhasil menggagalkan rencana para pelaku yang akan beraksi melakukan pencurian dengan kekerasan (curas) di salah satu koperasi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan," tukas Faisal.

Dalam pengungkapan kasus ini, kata Faisal, pihaknya menyita sejumlah barang bukti seperti, 1 unit kereta Yamaha Mio, 1 buah jaket warna merah, 1 celana jeans warna biru, baju kaos berkerah warna coklat abu-abu dan 1 sandal kulit yang digunakan tersangka saat melakukan aksi kejahatannya. 

"Kami masih melakukan pengembangan ke sejumlah kota yang lain untuk mengetahui aksi para pelaku. Kini kami juga masih memburu 2 pelaku lain yang terlibat dalam sindikat perampokan ATM antarprovinsi tersebut," pungkas Faisal. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *