Ekonomi

Sebulan Terakhir, 4 Bandar Narkoba Ditembak Mati

SumutDaily | Medan ~ Personil Ditres Narkoba Polda Sumut menembak mati satu dari empat tersangka sindikat peredaran narkoba jenis sabu jaringan Aceh-Medan. Dari pengungkapan kasus tersebut petugas mengamankan barang bukti narkoba 2 kilogram sabu. Penembakan kali ini menambah panjang daftar bandar yang ditembak mati tim Ditres Narkoba Polda Sumut.

Direktur Resnarkoba Polda Sumut, Kombes Pol Hendri Marpaung didampingi Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting dan Karumkit Bhayangkara, Kombes Pol Nyoman Edi, Selasa (22/8/2017) sore, jam 16.00 wib, di depan kamar jenazah RS Bhayangkara Medan, menyampaikan pengungkapan kasus peredaran narkoba asal Malaysia dari jaringan Aceh-Medan itu dilakukan melalui penyelidikan undercover buy (menyamar sebagai pembeli), Minggu (20/8/2019) malam lalu. 

Dalam pengungkapan itu, ada 4 tersangka yang terlibat dalam jaringan tersebut, yakni TMY alias F (47) warga asal Desa Blang, Kecamatan Tanah Pasier, Aceh Utara, bandar alias pemilik 2 kilogram sabu. Dia tewas setelah diterjang pelor polisi saat penangkapan, karena berusaha melawan dan melarikan diri. 

Tersangka lainnnya, RMH alias Pak J (47), kuli bangunan warga Jalan Pembangunan IV, Desa Ladang Baru, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, berperan sebagai penghubung sekaligus penerima pesanan dari pembeli.  

Selanjutnya, AS alias A (23) warga Desa Kandang, Kecamatan Muara Dua, Aceh Utara dan RRH alias C (26), warga asal Desa Teunpok Tyungoh, Kecamatan Banda Sakti, Aceh Utara. Keduanya berperan sebagai pengantar barang sekaligus penghubung antara tersangka TMY dengan tersangka RMH sebagai penerima pesanan dan calon pembeli.

"Jadi keempat tersangka dalam jaringan sindikat ini memiliki peran berbeda-beda. Ada yang menerima pesanan dari pembeli, ada juga yang menjadi penghubung antara pembeli melalui penerima pesanan dengan bandar pemilik barang," jelas Hendri. 

Lebih lanjut dijelaskannya, dalam proses pengungkapan kasus peredaran narkoba dari jaringan tersebut pihaknya melakukan undercover buy (menyamar sebagai pembeli) dan memesan barang kepada tersangka RMH. Kemudian petugas yang menyamar dihubungkan tersangka RMH dengan tersangka TMY untuk negosiasi harga. 

"Dari proses negosiasi tersebut juga terlihat mereka ini sudah profesional, karena setelah sempat sepakat soal harga transaksi itu baru bisa dilakukan beberapa hari kemudian setelah diulur sedemikian rupa. Artinya para tersangka sempat mencoba memastikan keamanan dan latar belakang pembelinya," ungkap Hendri. 

Minggu (20/8) malam, persisnya di kawasan Jalan Medan-Binjai, Km 12, lanjut Hendri, transaksi narkoba antara petugas yang menyamar dengan para tersangka dilakukan dengan cara yang berbelit. Dalam prosesnya tersangka TMY, meminta petugas yang menyamar untuk menuju rumah tersangka RMH.

Saat tiba di lokasi, barang haram tersebut kemudian baru diantarkan ke lokasi oleh 2 tersangka lain, AS alias A dan RR alias C beberapa jam kemudian. Di situlah petugas menangkap para tersangka. 

"Sewaktu diamankan, tersangka TMY berusaha melawan sehingga terpaksa kita lakukan tindakan tegas dengan tembakan dan kemudian meninggal dunia. Sementara ketiga tersangka lain kita bawa bersama barang bukti," sebut Hendri. 

Hendri menambahkan, berdasarkan penyidikan sementara pihaknya menduga kuat, sabu dari para tersangka juga berasal dari Malaysia. Dugaan itu diperkuat dengan jenis kemasan yang dibungkus menggunakan kemasan teh sebagaimana jenis sabu dalam pengungkapan sebelumnya. 

"Kalau melihat kemasan dan jenisnya, kita duga kuat sabu ini merupakan sabu dari jaringan internasional Malaysia. Karena sama seperti jenis dalam pengungkapan-pengungkapan sebelumnya. Selanjutnya masih kita dalami lebih jauh sepak terjang jangkauan peredaran dari sindikat ini," jelasnya. 

Dia menambahkan, dalam sebulan terakhir setidaknya sudah empat tersangka bandar narkoba diberikan tindakan tegas oleh pihaknya hingga berakhir di kamar jenazah.  Dirinya mengimbau agar seluruh elemen masyarakat bersama-sama mendukung kerja pihak kepolisian dalam memberantas narkoba. 

"Sebulan ini sudah 4 tersangka yang berakhir di kamar jenazah,  selanjutnya kita masih terus berkomitmen untuk memerangi peredaran narkoba yang sudah sangat mengkhawatirkan khususnya di Sumut.  Untuk para tersangka yang ditangkap terancam dijerat Pasal 112,114 UU No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup," pungkasnya. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *