Sumut Today

Dugaan Pencemaran Danau Toba, Poldasu Panggil 3 Saksi

SumutDaily | Medan ~ Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut memanggil 3 orang saksi untuk menjalani pemeriksaan perihal dugaan pencemaran Danau Toba, Senin (21/8/2017).

Ketiga nama yang disuruh menghadap Subdit IV Tipiter masing-masing, Ketua Umum Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), Maruap Siahaan, Ketua Departemen YPDT, Sandi Ebener Situngkir dan Ketua Tim Ligitasi YPDT, Robert Paruhum Siahaan.

Kasus ini kembali mengemuka setelah YPDT membuat laporan ke Bareskrim Mabes Polri dengan nomor LP/706/VII/2017 Bareskrim tanggal 19 Juli 2017.
Atas dasar laporan tersebut, Bareskrim memerintahkan Polda Sumut untuk kembali memanggil saksi-saksi yang keterangannya akan dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

"Ternyata laporan kita yang dulu itu ditindaklanjuti tanpa ada pemberitahuan ke kami. Makanya kami buat laporan lagi ke Bareskrim. Akhirnya Bareskrim minta Polda Sumut untuk menindak lanjuti," kata Ketua Tim Ligitasi YPDT, Robert Paruhum Siahaan di depan Gedung Ditreskrimsus Polda Sumut kepada wartawan.

Ia menjelaskan, keterangan para saksi yang keterangannya dituangkan dalam BAP itu menyasar soal perkara oknum yang diduga melakukan pencemaran Danau Toba yakni Pasal 98 Ayat (1) dan (2).

Dikatakannya, Polda Sumut sudah turun ke lokasi untuk mengambil sample air Danau Toba yang diduga dicemari limbah sebanyak dua kali. Namun, perkembangan demi perkembangan urung diberitahukan ke YPDT sehingga pihaknya membuat laporan ke Bareskrim.

"Waktu itu mereka sudah mengambil sample ke lokasi sebanyak dua kali. Tapi laporan yang di Bareskrim ini pertama kali dilakukan BAP. Laporan yang di Polda digabung dan ditindaklanjuti dengan membuat BAP. Kecuali nanti Polda tidak bisa menindak lanjuti, kami akan ke Bareskrim karena laporannya di sana. Kita akan bertanya Bareskrim misalnya kenapa tidak ada pemberitahuan yang dilakukan Polda," ucapnya. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *