Hukum

2 Tahun Kasus Curat Tak Mampu Diungkap Polsek Patumbak

SumutDaily | Medan ~ Kinerja petugas Polsek Patumbak dituding tidak profesional. Pasalnya, keluarga korban pencurian dengan kekerasan (curat) mengeluh lantaran kasus yang dilaporkannya ke Polsek Patumbak pada 2015 lalu, hingga kini tak kunjung tuntas.

Berdasarkan laporan polisi Nomor: 395/V/2015/SU/Polresta Medan/Sektor Patumbak, korban Neni Faridah, warga Jalan Selamat, Simpang Limun, No.141, menjadi korban pencurian kekerasan di kediamannya. Ceritanya, 19 Mei 2015 lalu, korban yang di rumah sendirian diketahui oleh kedua pelaku, langsung masuk ke dalam rumah. 

Menurut suami korban, Dimas Kewa (31), kedua pelaku sebelumnya disinyalir sudah mengendap di garasi rumah. Saat itu, dirinya mengaku sedang di rumah sang isteri.

"Kami masih pacaran waktu itu, jadi aku di rumahnya. Setelah aku pulang, baru keduanya menggasak rumah isteri saya. Saat itu, isteri saya baru siap mandi. Syukurnya tidak diperkosa. Korban langsung dibekap pakai handuk kecil. Karena terus melawan kemudian dipukul pakai batu. Dihantam kepada kepalanya sampai mengalami 34 jahitan dan diancam menggunakan pisau karena pasti korban melawan," ujarnya, Senin (14/8/2017).

Dituding tak profesional, dia bilang, sejak tahun 2015 kasus ini tidak ada penyelesaian hingga tak menemui titik terangnya oleh penyidik Reskrim Polsek Patumbak. Bahkan, dia juga sesalkan, SP2HP tak pernah diserahkan oleh penyidik kepada korban.

"Ini bukti tidak ada keseriusan polisi Polsek Patumbak untuk menyelesaikan perkara ini. ‎Kerugian korban, hape Iphone, hape Samsung, kalung emas, gelang emas, anting emas dan sejumlah uang tunai yang ditotal mencapai Rp10 juta," ujar warga Medan Johor ini.

Dia mengaku, sudah berupaya dengan mendatangi Polsek Patumbak untuk mengikuti sejauh mana kasus yang dilaporkannya tersebut. Pasca kejadian, dia bilang, 1 bulan secara terus menerus mendatangi Polsek Patumbak. Namun yang diperoleh, hanya jawaban sabar. 

"Selalu disuruh sabar sampai sekarang dan jawabannya sedang dilidik. Penyelesaiannya sampai sekarang tidak ada. Apakah polisi Polsek Patumbak tidak ada keseriusan untuk menyelesaikan perkara ini," keluhnya.

Dia menambahkan, kedua pelaku bernisial L dan J yang tak lain warga sekitar TKP. Artinya, rumah pelaku tak jauh dari rumah korban. "Kami mengetahui tersangkanya karena sempat dikejar sama beberapa saksi yang warga sekitar. Memang L dan J setelah kejadian, langsung kabur melarikan diri. Tapi sekarang L sedang di rumah setelah kabur ke Pekanbaru. Sementara J kabur ke Jawa yang aku dengar," katanya.

Dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Ainul Yaqin meminta kepada wartawan untuk memberikan nomor laporan polisi terkait kasus tersebut. Dia bilang, pihaknya berjanji akan menangkap kedua terduga tersangka.
"Saya cek anggota. Nanti saya kabarin lagi," singkat mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Timur ini. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *