Hukum

Bunuh Satu Keluarga, Tiga Pria Ini Diserahkan ke Jaksa

SumutDaily | Medan ~ Berkas pembunuhan sadis sekeluarga di Jalan Kayu Putih, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

"Sudah dinyatakan lengkap atau P21 berkasnya dan rencananya, Andi Lala bersama dua pelaku lainnya Roni dan Andi Syahputra bersama barang bukti kita serahkan ke Jaksa," kata Kasubdit III Jatanras/Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu, Senin (7/8).

Berkas Andi Lala Cs dinyatakan P21 setelah kejaksaan 2 kali memulangkan berkas pelaku pembunuhan sadis yang bermotif dendam utang narkoba antara pelaku dan korban.

Bahkan Faisal sebelumnya mengatakan, berkas Roni dan Andi Syahputra belum lengkap hingga kini. Jaksa meminta penyidik untuk melengkapi berkas sesuai petunjuk yang telah diberikan jaksa dari Kejatisu.

"Belum P21. Kami masih diminta untuk melengkapi. Sesuai petunjuk jaksa Roni dan Andi Syahputra dikenakan tambahan pasal 55 KUHP dan 56 KUHP yaitu turut membantu kejahatan. Selain itu, jaksa juga meminta penyidik untuk memasukkan pasal 363 KUHP kepada keduanya," jelas Faisal.

Sedangkan, berkas untuk otak pembunuhan sadis satu keluarga di Mabar, Andi Lala, Faisal menyebutkan sudah lengkap. "Berkas Andi Lala sudah tak ada masalah," sebutnya.

Seperti diberitakan, Andi Lala (35), otak pelaku pembunuhan satu keluarga diringkus dan ditembak kakinya dari tempat persembunyiannya di Desa Pekan Tua, Kecamatan Kempes, Kabupaten Indra Giri Hilir, Riau, Sabtu, 15 April 2017 lalu.

Penembakan ini dilakukan karena Andi memberikan perlawanan saat akan ditangkap. Setelah mendapatkan pengobatan, Andi diboyong ke Polda Sumut.

Sebelumnya, Andi Syahputra (27) dan Roni (33), dua tersangka pembantaian 1 keluarga yang juga masih ada hubungan keluarga dengan Andi Lala dan korban ditangkap. Mereka mempunyai peranan masing-masing dalam menghabisi korbannya.

Lima orang korban pembunuhan yang masih 1 keluarga itu adalah Riyanto (40), kepala keluarga, Sri Ariyani (35), istri, Naya (13), Gilang (8), anak, dan Sumarni (60), mertua Riyanto. Sedangkan Kinara (4), anak paling kecil sempat kritis karena luka pada bagian mata dan kepala.

"Roni sebagai eksekutor yang menghabisi Syifa Fadilah Hinaya alias Naya, Gilang, dan memukuli Kinara. Peranan Andi Syahputra melakukan pengawasan sekitar rumah korban saat eksekusi dilaksanakan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting.

Selain Roni, Andi Lala juga terlibat langsung dalam melakukan pembantaian. Buronan polisi ini diketahui menghabisi Riyanto, Ariyani dan mertua Riyanto, Sumarni.

Setelah melakukan aksinya, ketiga pelaku pembantaian itu meninggalkan lokasi kejadian. Selain melarikan kereta Honda Vario milik Riyanto, pelaku juga membawa kabur hape milik seluruh korban pembantaian tersebut.
Berdasarkan handphone itu, polisi dengan menggunakan teknologi kemudian melacak keberadaan para pelaku. Keberadaan hape itu ternyata berada di dalam sebuah rumah di Jalan Pembangunan II, Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, Deliserdang. Rumah itu ternyata tempat tinggal Andi Lala, adik ipar Ariyani, istri Riyanto. (sdc) 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *