Politik

Terkait Pergantian Komposisi Fraksi di DPRD, Tiga Kali Dipanggil Ketua Demokrat, Mustofawiyah Mangkir

SumutDaily | Siantar ~ Ketua DPD Demokrat Sumut JR Saragih akhirnya angkat bicara terkait tidak diresponnya surat rekomendasi DPP Partai Demokrat Sumut untuk melaksanakan keputusan mengenai perubahan komposisi Fraksi Partai Demokrat di DPRD Sumut.
Ia pun menjelaskan, sejauh ini partai Demokrat sudah melalui mekanisme yang jelas terkait perubahan komposisi tersebut.

“Teman-teman begini, sejauh ini mekanisme yang dilakukan partai sudah jelas terkait perubahan itu (komposisi fraksi DPRD Sumut) dan sudah kita ajukan ke anggota dewas dan saat ini sedang menunggu proses,” ucapnya di Hotel Sapadia, Siantar, Sumatera Utara, Rabu (2/8/2018).

Sejauh ini memang ia mengaku heran, kenapa rekomendasi tersebut tidak berjalan. Ia mengambil contoh perubahan komposisi Fraksi di DPRD Deliserdang dan lainnya tidak ada masalah.

“Ketua DPC mempunyai kewenangan untuk merubah komposisi tersebut karena mereka penyambung lidah masyarakat dan kader demoktat,” ucapnya.

Saat ditanya, tidak digubrisnya surat rekomendasi tersebut karena ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumut, Mustofawiyah Sitompul tidak menghiraukan perintah partai, ia mengatakan sudah memanggil yang bersangkutan sebanyak tiga kali.

“Yang bersangkutan (Mustofawiyah Sitompul) sudah dipanggil tiga kali ke DPP, namun yang bersangkutan tidak juga hadir dan sejauh ini saya juga belum pernah ketemu dia. Kalau sanksinya tentu ada sampai dengan PAW. Namun PAW bukan tujuan kita,” ucapnya.

“Gini , saya sendiri berhak datang dan memimpin rapat di fraksi dan itu sah,” ucapnya

Sebelumnya, Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman tak menggubris surat rekomendasi DPP Partai Demokrat Sumut untuk melaksanakan keputusan mengenai perubahan komposisi Fraksi Partai Demokrat di DPRD Sumut.

“Sejauh ini sudah dua kali dilayangkan surat ke DPRD Sumut, tapi belum ada tanggapan dan balasan,” ucap Wakil Ketua Partai Demokrat Sumut, Johalim Purba.

Joalim mengatakan, partainya telah melayangkan Surat Nomor : 89/DPD.PD/V/2017 tanggal 2 Mei 2017 perihal perubahan susunan dan komposisi Fraksi Partai Demokrat Sumut pada Ketua DPRD Sumut.

“Surat dimaksud menegaskan adanya pergantian Ketua Fraksi Partai Demokrat Sumut yang sebelumnya dijabat Mustofawiyah Sitompul digantikan Meilizar Latif. Ini yang kita minta pada Ketua DPRD Sumut agar mengganti Ketua Fraksi Partai Demokrat melalui rapat parpurna,” sebut Johalim.

Menurut Johalim, telah diputuskan adanya perubahan komposisi Fraksi Demokrat di DPRD Sumut sesuai hasil rapat pengurus Demokrat Sumut pada 29 April 2017, dengan komposisi Penasehat Fraksi Tengku Milwan dan Muhammad Syarif Rawi, Ketua Fraksi Meilizar Latif, Wakil Ketua Muhri Fauzi Hafiz, Sekretaris Rony Reynaldo Ditumorang dan Bendahara Lidiane Lase, serta anggota Sopar Siburian, Arifin Nainggolan, Jenny Berutu, Guntur Manurung, Hartoyo, Syahrial Tambunan, Mustofawiyah dan Tia Isah Ritonga.

Johalim menyayangkan sikap Ketua DPRD Sumut, Wagirin yang terkesan tak mengubris surat mengenai perubahan komposisi Fraksi Partai Demokrat tersebut. Ini membuat DPD Partai Demokrat Sumut kembali melayangkan surat penegasan yang ditandatangani Ketua JR Saragih dan Sekretaris Meilizar Latif dengan Nomor : 101/DPD.PD.SU/VI/2017 tanggal 8 Juni 2017.

“Surat itu mempertegas surat sebelumnya perihal perubahan komposisi Fraksi Demokrat bahwa Ketua Fraksi yang diakui DPD Partai Demokrat Sumut adalah Meilizar Latif. Mustofawiyah juga disebut tidak berhak melakukan pergantian alat kelengkapan dewan khususnya anggota fraksi karena bukan wewenang bersangkutan sesuai AD/ART partai dan keputusan DPD Demokrat Sumut,” ujar Johalim.

Dia juga berharap, Ketua DPRD Sumut agar tidak mengambil keputusan tak sesuai dengan kebijakan internal Partai Demokrat Sumut sesuai tata tertib (tatib) DPRD Sumut pasal 34 ayat 1 dan 4. (sdc/tribun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *