Peristiwa

Sindikat Penjual Manusia Modus TKI, Poldasu Tangkap 32 Tersangka

SumutDaily | Medan ~ Subdit IV/Remaja, Anak-anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Sumut menangkap 32 tersangka penjual manusia ke Malaysia dengan modus menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sejak Januari sampai Juli 2017.

"Jumlah kasus ada 13 dengan jumlah korban 52 orang dan tersangka yang ditangkap 32 orang," kata Kasubdit IV/Renakta Dirkrimum Poldasu AKBP Sandi Sinurat, Minggu (23/7/2017).

Dijelaskannya, dari para tersangka juga disita barang bukti uang tunai Rp15 juta, kapal tongkang, komputer, radio panggil, sepedamotor, 4 pasport, tiket boarding pass, 1 lembar report Police Diraja Malaysia.

Dibanding tahun 2016, lanjutnya, ada 22 kasus tindak pidana dengan jumlah penyelesaian tindak pidana 10 kasus dan tersangka 24 orang yang diamankan serta korban mencapai 33 orang. 
"Barang bukti yang diamankan dari tersangka uang Rp6,5 juta, 22 handphone dan 1 paspor," kata Sandi.

Ditanya apa kendala dalam pengungkapan kasus Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO), AKBP Sandi menjelaskan, hambatan dalam penanganan adalah keberadaan korban belum diketahui di Malaysia dan untuk tersangka banyak melibatkan WN Malaysia.

"Banyak korban tidak diketahui keberadaannya di Malaysia dan yang banyak terlibat dalam kasus ini kebanyakan WN Malaysia. Sehingga TPPO masuk kategori Trans Nasional Crime," jelas mantan Kapolsek Medan Kota ini.

Untuk mencegah kasus serupa, Poldasu akan melakukan kerjasama dengan Polisi Diraja Malaysia. "Ya itu sudah mulai aku lakukan dengan cara mengikuti pertemuan dan kerjasama dengan Polisi Diraja Malaysia," jelasnya.

Sandi juga menjelaskan, penyebab kasus TPPO terjadi kepada para korban adalah sering kali dangan alasan ekonomi dan para pelaku memanfaatkan situasi tersebut.

"Kejahatan dilakukan dengan jaringan yang terputus antara WNI dan WN Malaysia. Masih banyak sekali jalur tikus/pelabuhan kecil yang tidak bisa dijaga oleh aparat sehingga di manfaatkan para pelaku untuk kirim WNI menjadi TKI dengan cara-cara illegal," jelasnya.

Seperti pengungkapan kasus penjualan manusia ke Malaysia yang dilakukan agen TKI dan disergap di Pelabuhan Teluk Nibung, Tanjung Balai, Selasa (18/7) sore lalu.

Tersangka B alias Iyem (41), warga Dusun VII Bukit Besilam, Kecamatan Wampu, Langkat ini selama menjalankan aksinya bekerjasama dengan agen TKI Malaysia dengan modus korban diberangkatkan sebagai TKI ke Malaysia tapi menggunakan visa wisata. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *