Pendidikan

Kampus Ini Akan Pecat Mahasiswanya Yang Terlibat Komunitas LGBT

SumutDaily | Malang ~ Universitas Brawijaya Malang akan memecat mahasiswanya yang terlibat dalam komunitas Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Untuk itu, pihak kampus sudah membentuk tim advokasi.

Hal itu dikatakan Rektor Universitas Brawijaya Malang, Mohammad Bisri. Menurutnya, beredarnya komunitas gay yang mengatasnamakan Universitas Brawijaya, dinilai sebagai kasus kejahatan berupa pencatutan serta pencorengan nama baik universitas.

Bisri juga menegaskan akan menindak tegas mahasiswanya yang tergabung dalam anggota komunitas gay di grup Facebook tersebut. Bahkan, ia akan men-drop out mahasiswanya yang kedapatan bergabung dalam komunitas pecinta sesama jenis di grup Facebook yang tengah ramai di dunia maya.

Ia menambahkan, pihak kampus telah membahas masalah ini secara internal dan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus ini ke Mapolres Malang Kota.

Kasubag Kearsipan dan Humas UB, Pranatalia Pratami Nugraheny mengatakan bahwa grup Facebook komunitas gay yang beredar di media sosial tersebut tidak ada hubungannya dengan Universitas Brawijaya. Ia kembali menegaskan bahwa pihak universitas akan turun tangan menangani kasus ini dengan melaporkan ke pihak berwenang.

Sementara tim advokasi UB, Prija Djatmiko mengatakan bahwa kasus ini akan dibawa ke cyber crime untuk mengusut identitas pelaku yang menjadi admin dari komunitas gay yang mengatasnamakan UB ini.

"Kami menolak keberadaan grup itu," ujar Prija Djatmiko.

Para pelaku nantinya bisa dikenakan Pasal 310 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Fitnah dan Pasal 45 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tentang Pencemaran Nama Baik.

Seperti diketahui, sebuah grup Komunitas Gay yang mengatasnamakan Universitas Brawijaya, Malang, menghebohkan dunia maya. Grup bernama Persatuan Gay Universitas Brawijaya Malang tersebut merupakan closed group atau grup tertutup yang telah memiliki 187 anggota.

Selain itu ada pula grup lain bernama GUM (Gay Universitas Brawijaya) yang anggotanya telah mencapai 471 orang. (sdc/ozn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *