Peristiwa

Keburu Ketangkal, 10 Kilogram Ganja Asal Aceh Gagal Beredar di Rantau Parapat

SumutDaily | Medan ~ Lagi-lagi, kurir ganja asal Aceh dibekuk polisi. Kali ini kurir ganja asal Aceh yang bernasib sial itu adalah NS, warga Desa Paya Pasie, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. 

Pemuda 26 tahun itu dicokok petugas di Jalan SM Raja, Medan, tepatnya di depan loket bus AKAP/AKDP, Kecamatan Medan Amplas l, Sabtu (8/7/2017), jam 07.00 wib. Bersama tersangka, petugas menyita barang bukti daun ganja kering seberat 10 kilogram. 

Kapolsek Patumbak, Kompol Afdhal Junaidi kepada wartawan, Senin (10/7/2017), menerangkan penangkapan terhadap tersangka bermula ketika personel Unit Reskrim Polsek Patumbak, 2 jam sebelum penangkapan, tepatnya jam 05.00 wib, mendapat informasi akan ada seorang laki-laki, penumpang bus tujuan Aceh-Medan-Rantau Parapat membawa tas warna hitam diduga berisikan daun ganja kering. 

Mendapat informasi itu, petugas langsung bergerak melakukan penyelidikan dan pengintaian. 
Benar saja, sekira jam 06.00 wib, petugas berhasil mengendus keberadaan tersangka yang saat itu sedang menumpang becak bermotor (betor) dari Jalan Gatot Subroto menuju Amplas. 

Kemudian sekira jam 07.00 WIB, ketika sudah berada di Jalan SM Raja, Medan, tepatnya di depan loket bus AKAP/AKDP, tersangka turun dari betor yang ditumpanginya. Tak ingin menyia-nyiakan momen, petugas langsung melakukan penyergapan. Saat digeledah, petugas menemukan daun ganja seberat 10 kilogram di dalam tas yang dibawa tersangka. 

Selanjutnya tersangka diboyong ke Mapolsek Patumbak untuk proses lebih lanjut. 

"Dari hasil interogasi, tersangka mengaku disuruh membawa ganja kering tersebut oleh D alias K (DPO) yang beralamat di Kota Langsa Selatan dengan upah Rp2 juta," kata Afhdal.
Dan daun ganja itu, sambung Afdhal, rencananya akan diserahkan kepada seseorang di Rantau Parapat, Labuhanbatu. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *