Peristiwa

Bom Panci Meledak di Bandung, Polisi Selidiki Jaringan Pelaku

SumutDaily | Bandung ~ Warga Kampung Kubang, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buah Batu, Bandung, mendadak heboh. Ledakan terjadi, Sabtu (8/7/2017) sore.

Ledakan itu berasal dari bom panci. "Iya benar ada ledakan bom di Buah Batu," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Yusri Yunus, Sabtu (8/7/2017).

Menurut Yusri, pelaku yang diduga perakit bom yang meledak itu telah ditangkap polisi. Pelaku  Agus Wiguna, warga Kampung Ciebeleuntuk, Kelurahan Bojong, Kecamatan Bumbulang, Garut.

"Pelaku berinisial AW, kelahiran Garut 30 Agustus 1995," Yusri menjelaskan.

Dia mengatakan saksi mendengar suara ledakan disertai api di rumah kontrakan tersebut. Kemudian, saksi menghubungi polisi dan segera Polrestabes Bandung. "Jajaran masih berada di TKP," kata Yusri.

Hingga kini polisi masih menyelidiki jaringan teroris perakit bom panci yang meledak di rumah kontrakan di Buahbatu, Bandung. Saat ini, perakit bom panci Agus Wiguna (21) sedang dimintai keterangan di Polres Bandung.

"Jaringan perlu pendalaman lagi, karena harus dilihat cara komunikasi, fisiknya komunikasi dengan siapa saja," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto.

Setyo Wasisto mengatakan, pelaku berencana meledakan sebuah Kafe di Jalan Braga, Bandung. Pelaku merakit bom panci belajar dari internet.

"Rencana ledakan di kafe Jalan Braga karena meledak duluan enggak jadi. Alasannya rencana ledakan kafe itu belum tahu, masih proses penyelidikan. Pelaku merakit dari internet," kata Setyo.

Menurut Setyo, pelaku tinggal di rumah kontrakan Buahbatu, Bandung. Pelaku diketahui berprofesi sebagai penjual bakso goreng.

"Pelaku sendirian tinggal di kontrakan itu. Pelaku setiap harinya berjualan bakso goreng, dia (pelaku) jualan di Cidurian," ujar Setyo.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo mengatakan belum mengetahui adanya hal-hal yang berkaitan dengan ISIS di lokasi ledakan bom panci di Buahbatu, Bandung. Saat ini polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Belum, belum ada. Saat ini masih dilakukan olah TKP," kata Hendro. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *