Peristiwa

Kurangnya Dokter Spesialis Kejiwaan Di Asahan, 27 Orang Terpaksa Hidup Di Pasung

Sumutdaily | Asahan ~ Akibat kurangnya dokter spesialis kejiwaan di Asahan, Kadis Kesehatan Kabupaten Asahan Aris Yudhariansyah menyebutkan sepanjang tahun 2017 tercatan sebanyak 27 orang masyarakat Asahan terpaksa harus hidup dalam pasungan.

Hal ini diungkapkan Aris ketika berbincang-bincang dengan awak media dikantornya, Senin (12/6/2017) siang. Aris menyebutkan bahwa di Asahan hanya memiliki 1 orang tenaga medis dibidang spesialis kejiwaan dan itu pun merupakan tenaga kontrak dan bukan menetap.

“Ditahun 2017 ini kita mencatat ada sebanyak 27 orang yang hidupnya dipasung dan data yang kami miliki untuk Kecamatan Tanjung Balai dan Air Joman merupakan angka tertinggi pemasungan, hal tersebut dikarenakan di Asahan hanya memiliki 1 orang dokter spesialis kejiwaan, apalagi rumah sakit di Asahan merupakan tipe kelas” ujar Aris seraya menyebutkan selain dokter, rumah sakit untuk Pengelolaan Orang Dengan Gangguan Jiwa juga tidak ada di Asahan.

Terpisah Kasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Asahan AH Syafii M menyatakan pihaknya sedang menangangi dan membutuhkan waktu agar keluarga tidak melakukan pemasungan.

“Dan untuk di Asahan rata-rata orang yang dipasung rata-rata usia produktif yakni 30-50, dengan riwayat menjadi ODGJ, narkoba dan genetik,”ujarnya singkat.(Azhar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *