Olahraga

Hasil Ujicoba, Sinyal Kebangkitan Timnas Indonesia

Sumutdaily | Jakarta ~ Catatan positif diraih Timnas Indonesia dalam level usia berbeda di laga ujicoba internasional. Hasil ini menjadi sinyal, masa depan timnas Indonesia bakal cerah.

Timnas Indonesia U-22 sukses mengalahkan Kamboja 2-0 di Pnom Penh, sementara Timnas U-16 membantai Singapura 4-0 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Kemenangan yang diraih Timnas U-16 dan U-22, bisa jadi sinyal kebangkitan sepakbola Indonesia. Setelah sanksi FIFA yang membelenggu selama setahun, Timnas Indonesia kini mulai berbenah di semua sektor.

Dimulai dengan keberhasilan menjadi runner-up Piala AFF 2016, persiapan terus dilakukan PSSI untuk membangun Tim Garuda. Luis Milla Aspas, pelatih yang membawa Timnas Spanyol U-21 juara Piala Eropa U-21, didapuk menjadi arsitek anyar menggantikan peran Alfred Riedl.

Sementara itu, nama legenda hidup Timnas Indonesia, Fachry Husaini, tetap menjabat sebagai nahkoda Timnas U-16. Memang, keduanya masih belum bisa disebut berhasil sebelum bisa mendaratkan gelar juara. Namun, hasil positif ini bisa jadi sinyal kuat kebangkitan sepakbola Indonesia.

Empat gol pasukan Fachry Husaini menandai kemenangan telak 4-0 atas Timnas Singapura U-16. Dalam laga yang digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis 8 Juni 2017 WIB, Fadilah Nur Rahman cs tampil eksplosif.

Laga ini memang menjadi bagian persiapan Timnas U-16 menuju Piala AFF U-16 2017, 9-22 Juli 2017 mendatang. Dengan agresivitas yang ditampilkan para pemainnya, Timnas U-16 berpeluang besar menyabet gelat juara dalam ajang yang digelar di Thailand nanti.

Namun, Fachry justru mengatakan masih belum puas. Padahal, pasukannya mampu menggilas Singapura yang notabene merupakan salah satu tim cukup kuat. Selain itu menurut Fachry, hasil ini masih belum cukup. Ia masih ingin melihat perkembangan timnya dalam beberapa laga uji coba ke depan.

"Saya masih belum puas dengan penampilan mereka. Tidak ada yang mendominasi di timnas usia muda di semua negara. Jadi, masih banyak peluang untuk terus berkembang," ujar Fachry.

"Pemain saya nilai di angka 7. Kami sudah punya gambaran untuk skuat utama. Tapi, masih ada beberapa uji coba lagi untuk membuktikannya," katanya.

Sementara itu di Timnas U-22, meski masih belum maksimal, kemenangan atas Kamboja disebut Luis Milla bisa mendongkrak kepercayaan diri tim. Sebab, kemenangan ini adalah yang pertama Milla bersama Timnas U-22 di level internasional.

Dalam laga kontra Kamboja Tim Garuda U-22 dibantu oleh lima pemain senior, Irfan Bachdim, Kurnia Meiga, Fachruddin, Adam Alis, dan Bayu Pradana. Hasilnya, Indonesia mampu mengalahkan Kamboja 2-0 berkat gol Irfan dan Gian Zola dalam laga yang digelar di Olympic Stadium Pnom Penh.

Kemenangan ini dianggap Milla mampu mendongkrak kepercayaan diri para pemainnya. Wajar saja, sebab dalam empat laga uji coba lainnya Evan Dimas cs hanya mampu menyabet 1 kemenangan, sekali imbang, dan menelan 2 kekalahan.

Berkat kemenangan ini, Milla kian optimis mempersiapkan tim menuju SEA Games 2017 Kuala Lumpur, yang akan mulai digelar Agustus 2017 mendatang.

"Kami senang malam ini meraih kemenangan atas Kamboja. Ini kemenangan perdana di laga internasional bagi saya bersama Indonesia, apalagi di laga tandang. Tim main bagus dan sesuai harapan," kata Milla.

Setelah melawan Kamboja, Timnas U-22 tetap akan diperkuat oleh beberapa pemain senior. Adalah Puerto Rico yang akan jadi lawan tanding selanjutnya untuk skuat besutan Milla.

"Kemenangan ini juga bagus untuk menambah kepercayaan diri para pemain. Kamboja tim yang bagus, babak pertama mereka terapkan pressing ketat, selanjutnya kami juga ingin menang lawan Puerto Rico," tekad Milla. (sdc/vci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *