Pendidikan

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Asahan Akan Membuat Diorama Sejarah

Sumutdaily | Asahan ~ Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Asahan berencana membuat diorama atau miniatur tentang sejarah-sejarah di daerah Asahan dengan memanfataankan teknologi baru yang bersifat edukatif. Hal ini diungkapkan Plt Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Asahan Anelia Trisna kepada awak media, Kamis (8/6/2017) siang. 

Menurut Anelia diorama tersebut akan ditempatkan di Gedung Juang 45 yang berada di Jalan Hos Cokroaminoto Kisaran. Pembuatan diorama ini menggunakan teknologi baru dibidang pendidikan, sosialiasi dan kebijakan dengan tujuan untuk memberikan apresiasi kearsipan daerah Asahan.

"Di sini kita akan membuat miniatur tentang perkeretaapian, kenapa itu yang kita buat karena memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Asahan, dan saya berharap nantinya dengan adanya diorama atau miniatur ini dapat bermanfaat dan bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai peran kearsipan dalam perkembangan sejarah dan potensi yang ada di Kabupaten Asahan, dan ini merupakan bentuk sarana komunikasi pembangunan daerah dengan membuka alternatif tujuan rekreasi edukatif serta sebagai sarana pendidikan dan pelatihan," ujarnya.
 
Anelia juga menyebutkan Gedung Juang 45 berfungsi sebagai gedung pelestarian arsip tentang sejarah Asahan yang isinya ada diorama dari berbagai sejarah yang ada di Kabupaten Asahan.

"Jadi Gedung Juang 45 ini nantinya akan menjadi semacam museum sejarah Asahan yang berisi diorama-diorama dari sejarah-sejarah Kabupaten Asahan baik di Desa, Kelurahan maupun Kecamatan," ujarnya.

Terpisah pemerhati sejarah Asahan Nirwan Pase menyambut positif rencana Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan untuk membuat diorama atau miniatur daris ejarah-sejarah yang ada di Asahan.

"Banyak sejarah besar yang ada di Asahan dan ini perlu dikembangkan agar sejarah tersebut tidak terkikis oleh waktu, jika memang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ingin melestarikan sejarah Asahan dalam bentuk diorama dan menempatkannya di Gedung Juang 45 itu merupakan hal yang sangat bagus, karena selain dapat menambah ilmu, masyarakat Asahan mengetahui sejarah daerahnya," ujar Nirwan. (Azhar Nasution)
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *