Sumut Today

Realisasi Penerimaan Pajak Daerah Asahan Hanya 30% Per 2 Juni 2017

Sumutdaily | Asahan ~ Diakhir kwartal ke II perolehan pajak daerah kabupaten Asahan hanya mencapai besaran Rp 11.737.977,76 atau sebesar 30 persen dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2017 yakni sebesar Rp. 39.233.007.558.

Kepala Dinas Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Asahan Mahendra melalui Kabid Penagihan Alpan Rezeki kepada sejumlah awak media, Selasa (6/6/2017) menyebutkan realisasi pencapaian pajak daerah hingga per 2 Juni sebesar 11 Miliar lebih atau sekitar 30 persen dari target pemerintah.

"Meskipun realisasi pencapaian pajak daerah Kabupaten Asahan masih berada diangka 30 persen, namun kami tetap optimis bisa mencapai target yang telah ditetapkan karena saat ini kami masih terus berupaya dengan melakukan sosialisasi kepada warga wajib pajak agar dapat memenuhi kewajibannya untuk membayar pajak. Misalnya untuk mencapai target kita menggenjot penerimaan dari sektor pajak hotel dan restoran dimana penerapan nota pembayaran pelanggan kepada Hotel dan Restoran telah kita lakukan dengan tujuan untuk memudahkan pengawasan dan perhitungan pajak, sehingga tidak adanya lagi potensi pajak yang hilang," ujarnya. 

Lebih lanjut Alpan menerangkan bahwa kontribusi pajak daerah terbesar diperoleh dari pajak penerangan jalan (PPJ) sebesar Rp. 6.331.101.653 atau 54 % dari total pencapaian. Kemudian, pajak bumi bangunan perkotaan dan pedesaan (PBB P2), yakni sebesar Rp. 3.054.126.120. Selain itu realisasi penerimaan pajak dari pajak hotel sebesar Rp 121.506.500, sementara dari pajak restoran sebesar Rp. 272.931.743. 

Penerimaan Pajak hiburan sebesar Rp. 134.595.758. Pajak mineral bukan logam dan batuan sebesar Rp 29.628.000, BPHTB sebesar Rp. 1.015.381.748 dan pajak air tanah
536.384.902.

“Dari 11 jenis penerimaan pajak daerah, pencapaian terendah adalah pajak parkir, yaitu sebesar Rp. 7.150.000 atau 6,26 persen dari target sebesar Rp. 114.240.000. Sedangkan pencapaian tertinggi yakni pajak reklame, 43,16 persen dari target sebesar Rp. 628.270.239,” imbuhnya.

Alpan juga mengimbau agar masyarakat khususnya kepada wajib pajak, supaya patuh dan taat membayar kewajibannya, sehingga target yang telah ditetapkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa tercapai.

“Jika sudah tercapai kan pada akhirnya penerimaan pajak daerah sebagai sumber PAD dapat merasakan melalui pembangunan yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah itu sendiri,” pungkasnya. (Azhar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *