Sumut Today

LSM LIRA Minta Penyidik dan BPK Telusuri Lelang ATK di Inspektorat Sumut

Sumutdaily | Medan ~ Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) meminta institusi penyidik dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menelusuri lelang Alat Tulis Kantor (ATK) di Inspektorat Sumut.

"Ada indikasi permainan menjurus suap pada lelang, yang bersumber dana APBD 2017, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara", ujar Koordinator Wilayah I (Sumut-Aceh) LSM LIRA, Ahmad Syahrul Siregar, SH, Jumat (26/5/2017).

Syahrul Siregar yang didampingi Walikota LSM LIRA Kota Medan, Drs Sam'an Lubis dan aktivis LSM LIRA, Andi Nasution mengakui, pihaknya sudah berkoordinasi dengan penyidik Polda Sumut, terkait persoalan lelang tersebut.

"LSM LIRA merupakan mitra kritis pemerintah. Ketika ditemukan adanya dugaan pelanggaran dalam kegiatan di pemerintahan, maka LSM LIRA wajib menyampaikan kritiknya", ujar Ahmad Syahrul.

Senada, Drs Sam'an Lubis menyindir sikap Inspektorat, selaku pengawas internal yang terkesan 'impoten'. "Ini merupakan ironi bagi yel-yel PATEN. Ketika slogan PATEN diklaim sebagai penyemangat, agar seluruh SKPD bekerja lebih baik, namun persoalan lelang ATK itu, menunjukkan kondisi yang berbanding terbalik",ujarnya.

Makanya, lanjut Sam'an, BPK selaku auditor pemerintah, juga perlu menelusuri lelang ATK ini. "Audit BPK ini, kelak juga akan menjadi pintu masuk penyidik, untuk melakukan penyelidikan, jika ditemukan adanya unsur-unsur pelanggaran pidana",ujarnya.

Andi Nasution menambahkan lelang dengan HPS Rp 321.642.000 itu, terindikasi adanya praktik persekongkolan. 

CV Sukses Mandiri, selaku penawar terendah, Rp 278.780.000 (86,67% dari HPS) kalah dalam pelelangan. Alasannya, karena CV Sukses Mandiri tidak menghadiri undangan pembuktian kualifikasi dan klarifikasi.

"Aneh saja, jika perusahaan yang berdomisili di Medan, tidak menghadiri proses paling menentukan. Buat apa perusahaan tersebut susah payah memenuhi persyaratan, kalau memang tidak hadir pada proses penentuan", ujarnya.

Kemudian CV Rabbani, perusahaan yang biasa memenangkan lelang pengadaan barang dan jasa pemerintah, juga gugur saat evaluasi dan kualifikasi. CV Rabbani penawar kedua terendah, Rp 298.206.150.

"CV Rabbani gugur karena tidak melampirkan surat keterangan domisili perusahaan dari kelurahan. CV Rabbani itu sudah sarat pengalaman dalam lelang barang dan jasa dan sering memenangkan lelang, masa bisa Alfa terhadap persyaratan itu", ujarnya.

Uniknya lagi, CV Raja Roni Jaya selaku penawar terendah ketiga (Rp 306.369.855), juga gugur pada tahap pembuktian dan klarifikasi. Salah satu alasan CV Raja Roni Jaya gugur, karena surat penawaran harga ditandatangani orang lain yang bukan direktur.

" Kalau seperti itu alasannya, mengapa CV Raja Roni Jaya sampai pada proses pembuktian kualifikasi dan klarifikasi. Seharusnya tahap evaluasi administrasi perusahaan tersebut sudah gugur", jelas Andi Nasution.

Lelang ini, tambah Andi, dimenangkan PT Mina Mulia Perkasa selaku penawar tertinggi, dengan penawaran Rp 309.359.820 atau 96,18% dari HPS.(IST)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *