Ekonomi

Kesadaran ASN Pakai Elpiji Non Subsidi Masih Rendah

Sumutdaily | Asahan ~ Saat ini kesadaran masyarakat yang tergolong mampu termasuk aparatur sipil negara (ASN) untuk menggunakan tabung gas elpiji non subsidi, tergolong masih rendah. Padahal sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 26 tahun 2009 elpiji subsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin. 

Hal itu dikatakan oleh Bahrum, ketua tim monitoring dan pengawasan elpiji subsiudi Pemkab Asahan, yang juga Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Asahan saat berbincang kepada wartawan, Senin (22/5/2017). 

“Faktanya memang di lapangan elpiji subsidi 3 Kg yang dikhususkan pemerintah hanya dipakai oleh masyarakat miskin banyak digunakan oleh masyarakat yang tergolong mampu termasuk ASN. Sebab di samping harganya yang murah, kesadaran masyarakat yang tergolong mampu untuk tak membeli elpiji subsidi masih rendah,” ujarnya. 

Untuk itu, ia kembali menghimbau kepada masyarakat yang tergolong mampu tidak terkecuali PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan agar beralih menggunakan tabung elpiji non subsidi pink 5,5 Kg yang telah disediakan pemerintah. 

Apalagi khusus untuk PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan, sesuai dengan surat edaran dari Pertamina nomor 1343/F11450/2016-S3 tentang penggunaan elpiji non subsidi untuk PNS pada bulan November 2016 lalu Bagian Ekonomi telah menerima surat edaran tersebut dan disosialisasikan kepada ASN. 

“Elpiji subsidi diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Maka dari itu diharapkan PNS yang dikategorikan mampu tidak menggunakan elpiji 3 kilogram,” tegasnya. 

Solusinya, saat ini hampir di seluruh pangkalan dan agen terdapat tabung elpiji brightgas non subsidi 5,5 Kg atau yang lebih dikenal tabung pink. Para ASN dihimbau untuk dapat beralih dan menukarkan tabung gas elpijinya. 

“Karena menurut pantuan kami penggunaan gas elpiji non subsidi di Asahan masih kurang peminatnya. Artinya masih banyak yang belum sadar kebijakan pemerintah ini,”ujarnya. 

Sementara itu dari informasi yang dihimpun saat ini harga eceran tertinggi (HET) elpiji subsidi di wilayah Kabupaten Asahan berkisar Rp 16 ribu rupiah sampai Rp 17 ribu rupiah per tabung. 

Harga tersebut disesuaikan dengan daerah pendistribusian. Sementara itu, Kabupaten Asahan mendapatkan jatah elpiji subsidi dari Pertamina sebesar 18.400 matrik ton per tahun atau sebesar 6,2 juta tabung ukuran 3 kilogram di 520 pangkalan dan 11 agen resmi di Asahan. (Azhar Nasution)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *