Hiburan

Raisa Tunangan, Bisakah 21 Mei Jadi Hari Patah Hati Nasional?

Sumutdaily.com | Jakarta ~ Raisa akhirnya menambatkan pengembaraan hatinya ke sosok Hamish Daud. Sang pelantun Terjebak Nostalgia resmi dilamar kekasihnya pada Minggu (21/5) malam. Kabar bersatunya si cantik dan si tampan dalam ikatan pertunangan itu menghebohkan dunia maya.

Raisa dan Hamish memang punya lini massa penggemar yang bejibun. Ketika mereka menautkan hati dalam hubungan asmara saja, sudah banyak yang kecewa, meski tak jelas mengapa. Saat kabar tunangan mereka menyebar padahal Raisa seharusnya manggung di sebuah acara televisi, penggemar lebih heboh lagi. Alih-alih ikut bahagia, mereka justru ‘patah hati.’

Netizen bahkan memproklamirkan agar 21 Mei, hari pertunangan Raisa dan Hamish sebagai Hari Patah Hati Nasional. Tagar #HariPatahHatiNasional sempat berseliweran di internet.

Si cantik Raisa jatuh ke pelukan si tampan Hamish. Seorang aktor kelahiran Australia yang meroket setelah membawakan My Trip My Adventure pada 2013. Hamish juga sedang naik daun karena membintangi film-film romansa seperti Rectoverso, Supernova: Kesatria, Puteri & Bintang Jatuh, Love You… Love You Not, Spy in Love, Trinity The Nekad Traveler dan terbaru Critical Eleven. Ia juga memukau di film laga saat membintangi Gangster pada 2015.

Raisa sendiri sudah lama mencuri perhatian publik. Namanya memang belum terkenal saat menjadi salah satu vokalis band Vierra. Namun ketika ia akhirnya berani menelurkan album solo yang salah satunya dibantu Asta-RAN, penggemar Raisa langsung membeludak.

Ia lalu rajin menelurkan album maupun lagu. Citra Raisa hampir tak pernah buruk. Ia identik dengan perempuan cantik nan lemah lembut yang tak berusaha tampil seksi.

Penggemar Raisa kaget saat ia memilih berhubungan dengan kakak Pevita Pearce, Keenan Pearce. Tak ada yang bisa menampik tampannya Keenan. Namun akhirnya mereka berdua putus hubungan. Pada 2016, Raisa kemudian memercayakan Hamish untuk menjaga hatinya.

Tak perlu waktu lama bagi mereka, yang usianya terpaut hampir 10 tahun, untuk memikirkan soal janji suci. Hamish membuktikan keseriusannya pada Raisa dengan melamar sang penyanyi. Yang tanpa diduga, itu ternyata justru membuat para penggemar—Raisa maupun Hamish—patah hati.

Banyak GIF atau gambar lucu, bahkan sekadar komentar, yang muncul di internet. Tidak sedikit yang bahkan mengaitkan itu dengan peristiwa-peristiwa ‘buruk’ akhir pekan lalu.

“Barca gagal juara, Rossi jatuh pas lap terakhir, Babang Hamish tunangan sama Mbak Raisa, fix lah, kepake juga hashtag #HariPatahHatiNasional,” tulis salah satu akun di Twitter, @muli_yulini.

Pengguna Twitter lain, yang mungkin tak saling kenal tapi dalam waktu bersamaan, @benisapoedtra seolah setuju dan menulis, “Barcelona gagal juara, Arsenal gagal finish 4, karena dapat kabar Raisa tunangan #HariPatahHatiNasional.” Tak terhitung ungkapan kekecewaan lainnya.

Tanpa mengesampingkan kekecewaan mereka, mungkinkah sebuah hari dijadikan Hari Patah Hati Nasional? Bukankah 1 Mei yang menjadi Hari Buruh juga bisa dijadikan hari libur nasional? 1 Juni mendatang, hari lahir Pancasila, juga baru ditetapkan jadi hari libur nasional.

Mengutip situs resmi Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, hari-hari besar nasional bisa ditetapkan oleh pemerintah. Soal siapa yang memutuskan, bisa berbeda-beda.

Ada hari besar yang ditetapkan presiden, seperti Hari Pers Nasional setiap 9 Februari, Hari Musik Nasional pada 9 Maret, Hari Film Nasional 30 Maret, dan lain sebagainya. Masing-masing hari besar biasanya ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres).

Perkara itu akan diliburkan, presiden akan memutuskan sendiri di kesempatan yang berbeda. 1 Mei misalnya, diputuskan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai libur nasional. Joko Widodo juga menetapkan 1 Juni sebagai hari libur nasional. Keduanya melalui pidato presiden.

Ada pula hari besar keagamaan, yang biasanya sudah pasti setiap tahun. Kementerian terkait biasanya menetapkan soal hari libur dan cuti bersama nasional. Cuti bersama Lebaran misalnya, ditetapkan oleh Kementerian Agama, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara lewat Surat Keputusan Bersama.

Selain itu, masih ada hari besar yang ditetapkan masing-masing menteri atau kepala negara, serta hari besar yang disepakati masing-masing lembaga atau komunitas tertentu.

Hari yang ditetapkan menteri atau kepala negara, misalnya Hari TNI AU setiap 9 April lewat Penetapan Pemerintah Nomor 6/ SD Tahun 1946 atau Hari Listrik Nasional 27 Oktober dengan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1134K./43PE./1992 tanggal 31 Agustus 1992.

Lembaga atau komunitas tertentu juga bisa menetapkan hari besar nasional. Misalnya, 10 Januari diperingati sebagai Hari Gerakan Satu Juta Pohon, demi menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen dengan upaya sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional.

Hari Filateli Indonesia, Hari Kartini, Hari Buku, Hari Peringatan Reformasi, Hari Anti Narkoba, Hari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, Hari Anti Korupsi juga ditetapkan lembaga.

Artinya, jika ingin mengajukan 21 Mei sebagai Hari Patah Hati Nasional—karena idola remaja Raisa dan Hamish bertunangan dan mematahkan hati para penggemarnya di Indonesia—sebaiknya segera mendaftarkan ke lembaga terkait, agar ada yang mengesahkan. Jika sekadar berkoar di internet, meski tagarnya jadi trending topik sekali pun, tidak akan mengubah apa pun.

Jika Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saja bisa mewacanakan Kartu Jakarta Jomblo, bukan tidak mungkin pemerintah menampung aspirasi para jomblo yang patah hati karena Raisa dan Hamish tunangan, lantas menetapkan 21 Mei sebagai Hari Patah Hati Nasional, bukan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *