Pendidikan

Lulusan Terbaik Universitas Asahan Ini Ternyata Anak Tukang Beca

Sumutdaily | Asahan ~ Dian Alan Kurniadi (21) tahun mahasiswa Fakultas Pertanian, program study Argo Teknologi lulus dengan hasil terbaik dengan nilai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi 3,90 di wisuda sarjana Universitas Asahan (UNA) angkatan ke XXI, Sabtu (14/5/2017).

Siapa sangka, lulus dalam waktu study hanya 3 tahun 8 bulan anak dari  Marlan (52) yang kesehariannya bekerja sebagai tukang bersih – bersih (office boy) di salah satu kantor Pajak Kisaran serta nyambi sebagai penarik betor (becak bermotor), sedangkan ibunya Nur Paidah (45) hanyalah ibu rumah tangga. Rasa syukur dan haru luarbiasa tak kuasa ditahan oleh Dian, kala Rektor Universitas Asahan Prof Dr Ibnu Hajar M Si memberikan plakat penghargaan untuknya sekaligus memberi ucapan selamat padanya.

Iapun tak menyangka dan mulai membayangkan jerih payah perjuangan kedua orang tua untuk bisa mengantarkannya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi berbuah manis.

Anak bungsu dari dua bersaudara ini lulus terbaik dengan IPK tertinggi mengalahkan 459 orang wisudawan seangkatannya. "Perasaan tentu saja bersyukur, teringat akan perjuangan diri sendiri dan keluarga selama beberapa tahun saat kuliah. 
Saya ingat apa yang dilakukan orang tua untuk bisa membuat saya tetap kuliah,” ujarnya kepada awak media.

Masih jelas diingatan Dian, saat jerih payah perjuangan ayahnya untuk mengkuliahkannya harus menggali lobang tutup lobang dengan cara berhutang. Bahkan sempat juga ia mendengar tanggapan tetangganya yang mengatakan anak orang miskin kenapa sok kuliah tak memperhatikan kondisi ekonomi orang tua.

"Tapi itu semua saya jadikan motivasi diri. Selama kuliah, ayah juga tak mau saya bekerja. Ayah bilang untuk biaya biar dia yang cari. Saya hanya fokus kuliah saja. Alhamdulillah perjuangan kedua orang tua bisa saya balas dengan hasil yang terbaik,” ujarnya.

Motivasi untuk mendapatkan beasiswa di kampus benar-benar dimanfaatkan Dian selama kuliah. Sebab dengan cara seperti itulah ia bisa meringankan beban orang tuanya. UNA memang selalu memberikan gratis uang kuliah bea siswa prestasi peningkatan akademik (PPA) bagi setiap fakultas sebagai motivasi kepada mahasiswanya.

"Kakak saya juga kuliah di Unimed. Usia kami hanya berjarak satu tahun. Dapat dibayangkan bagaimana susahnya usaha orang tua kami untuk mengkuliahkan anaknya,” kenangnya alumni SMK SPP N Asahan tahun 2013 ini.

Langganan penerima bea siswa dengan nilai terbaik di Fakultas Pertanian jualah membuat ia dipercaya menjadi assisten praktikum sejak duduk di semester IV.

Dari situlah Dian mulai bekerja dan mendapatkan honorium dari kampus. Lulus dengan capaian nilai terbaik, Dian pun sempat ditawari bea siswa pasca sarjana S2 di University Kebangsaan Malaysia dan University Putra Malaysia dari pihak kampus. Tapi kembali ia mengingat kondisi ekonomi keluarganya yang pas pasan kendati meyakini pendidikanlah yang akan membuat derajat keluarganya semakin dipandang.

“Memang saat ini saya sempat ditawari bea siswa S2 di Malaysia, saya masih bingung karena ini masalah biaya juga. Karena tak ingin membebani orang tua lagi,” kata pria yang juga akrab di sapa Alan ini.(Azhar Nasution)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *