Sumut Today

Bunga Bangkai Hebohkan Asahan

Sumutdaily | Asahan ~ Tanaman yang diyakini menyerupai tumbuhan langka bunga bangkai ditemukan di Desa gajah Sakti Dusun II Kecamatan Bandar Pulau, Asahan, Sumatera Utara (18/5/2017).

Kepala Desa Gaja Sakti  Kecamatan Bandar Pulau Kabupaten Asahan Burhanuddin Nasution mengatakan kepada awak media awalnya  Budi (30) warga yang pertama kali menemukan tanaman langka itu. Budi sama sekali tak pernah menanam apalagi merawat khusus bunga indah yang tumbuh menjulang tinggi sekitar  satu meter lebih.

“Saya terkejut melihatnya bang, tahunya ini kemarin pagi (Selasa) waktu mau menanam palawija di ladang, di antara semak dan bekas pohon kelapa yang tumbang, tanaman itu sudah mekar dan tumbuh menjulang tinggi  satu meter lebih. Memang malam sebelumnya disini hujan lebat,” kata Budi warga yang pertamakali mengetahui keberadaan bunga langka itu.

Budi mengatakan, sebelumnya tak pernah merasa ada menanam tanaman yang mirip dengan bunga bangkai itu di lahan yang hanya berjarak kurang lebih 100 meter dari rumahnya. Hanya saja sekitar seminggu lalu, orangtuanya pernah melihat tanaman itu tumbuh kecil dan mengira itu adalah jamur liar yang biasa hidup disaat musim hujan.

Sejak tanaman langka itu diposting Budi di akun facebooknya, masyarakat sekitar ramai dan berbondong-bondong datang ke ladang di belakang rumahnya untuk menyaksikan kebenaran tanaman yang diduga mirip bunga bangkai. Budi yang juga merupakan sekretaris Karang Taruna Kecamatan Bandar Pulau ini pun menambahkan, menurut cerita orang tuanya sekitar  dua puluh tahun lalu saat ia masih sekolah di lokasi yang sama pernah pula ditemukan tanaman yang sama. “Kalau cerita bapak saya dan orang-orang tua di

sini dulu memang pernah ada tanaman seperti ini tumbuh di lokasi ini juga, bentuknya sama persis. Jika sudah masanya pucuk bunga akan membesar dan pecah hingga menimbulkan bau yang mirip aroma bangkai,” jelasnya.

Keterangan yang sama juga disampaikan oleh Winda br Siagian (25) istri Budi yang juga mengamati pertumbuhan tanaman ini. Kata Winda bunga ini biasanya mekar dipagi hari  apalagi setelah terkena siraman hujan. Ia meyakini tanaman ini dapat tumbuh subur karena hidup di daerah cekungan mirip lembah dengan kultur tanah yang basah. “Biasa kalau mau lihat bunga ini indah pagi hari karena kelopaknya mekar. Kalau sudah siang cuaca panas  tanaman ini tak mekar,” ujarnya.

Dirinya pun meminta lembaga terkait untuk segera melakukan tinjauan langsung agar diteliti apakah bunga yang tumbuh di belakang rumahnya tersebut benar benar bunga bangkai.

Ditempat yang sama Nek Hindun (70) mengatakan bunga ini nama kampungnya bunga Turbung kelopak bawahnya warna putih bintik-bintik seperti panu. "Jaman kami muda dulu kalau ada yang berpanu atau jamur di badannya bunga ini di peluk besoknya langsung sembuh panuny," ujar Hindun. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *