Peristiwa

Usai Bercinta, Pria Ini Bunuh Kekasihnya Yang Berusia 65 Tahun

Sumutdaily | Medan ~ Tim Komando Anti Bandit (Tekab), Jahtanras Polda Sumut mengungkap, motif pembunuhan terhadap nenek Agustina Boru Sitorus (67). Pelaku Ferinando Simangunsong alias Nando (38) membunuh kekasihnya itu karena terlilit utang senilai Rp8 juta, kepada seorang teman dan mertuanya.

"Korban berjanji akan meminjamkan uangnya kepada pelaku senilai Rp4
juta agar hutang pelaku bisa dibayarkan kepada seorang temannya bernama BR Pasaribu senilai Rp6 juta dan mertua pelaku yang tinggal di Jalan Sapuarah, Porsea senilai Rp2 juta. Tetapi, tiba waktunya korban tak berniat memberikannya," kata Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Nurfallah, Selasa (2/5/2017).

Nurfallah mengungkapkan, setelah janjian melalui telephone, kedua insan yang sedang dimabuk asmara meski umurnya jauh berbeda itu sepakat untuk bertemu. Pada Selasa 25 April 2017, sekitar jam 11.00 WIB, tersangka menjemput korban dari terminal Amplas menggunakan mobil rental Toyota Avanza merah dengan Nomor Polisi (Nopol) BK 1703 LN.

"Setelah bertemu, keduanya langsung berangkat menuju Galang, Kabupaten
Serdangbedagai (Sergai) tepatnya di perkebunan karet dan tiba di lokasi sekitar jam 13.00 WIB," ujarnya.

Dalam perjalanan, sambung dia, korban dengan pelaku saling bercanda
gurau dan bercerita sambil bermesraan. Setibanya di lokasi, keduanya
melakukan hubungan intim di jok tengah mobil yang digunakan pelaku.

Setelah hubungan intim itu dilakukan, keduanya lalu mengenakan pakaiannya dan kembali duduk di bangku depan.

"Nah, usai melakukan hubungan seks itu, keduanya kembali bercerita dan bercanda gurau. Saat itulah tersangka menagih uang yang dijanjikan korban untuk dipinjamkan. Tetapi, korban menolaknya dengan alasan uangnya sedang tidak ada," sebutnya.

Karena uangnya tidak ada, tambah Nurfallah, tersangka kemudian meminta
sebuah cincin yang digunakannya pada saat itu. Namun, lagi-lagi korban menolak untuk memberikannya. Namun tersangka kemudian menarik paksa tangan korban dan berusaha mengambil cincinnya.

Aksi dan kenekatan pelaku itu kemudian memancing amarah korban dan mengancam pelaku. "Nanti kubilang kau sama anakku, kau mau merampok aku," kata korban mengancam.

namun mendengar ucapan itu, pelaku langsung hilang kendali dan berniat menghabisi nyawa kekasihnya.

"Setelah mendengar ucapan korban itu, tersangka langsung membunuhnya
dengan cara menjerat leher nenek tua itu menggunakan sabuk pengaman
mobil hingga pingsan. Setelah korban pingsan, pelaku memindahkan tubuh
korban ke bagasi belakang. Selanjutnya, leher korban kembali dijerat menggunakan kawat yang sebelumnya sudah ada didalam mobil pelaku hingga tewas," kata Nurfallah.

Mayat korban kemudian dibuang ke jurang Sipitu-pitu, perbatasan Kabupaten Tobasa dan Tapanuli Utara.

Namun, tambah Faisal, Jumat 28 April 2017 sekitar jam 23.00 WIB, tersangka berhasil dibekuk  dari rumahnya hanya 11 jam setelah mayat korban ditemukan. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *