Ragam

TMMD Ke-98 Kodim 0203/Langkat Wujudkan Mimpi Masyarakat Kutambaru

Sumutdaily | Langkat ~ TMMD ke-98 Kodim 0203/Langkat berhasil mewujudkan mimpi masyarakat Desa Namu Teras dan Kutambaru, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat. Keterisoliran masyarakat dua desa itu kini berhasil dibuka berkat program TMMD yang mengusung konsep gotong royong untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dan Rakyat.

Pembangunan jalan yang selama puluhan tahun menjadi mimpi masyarakat, berhasil direalisasikan. Jalan yang membentang sepanjang 9 km telah membuka akses warga Kutambaru ke daerah-daerah lainnya.
Keberhasilan membuka keterisoliran itu membuat warga memiliki harapan lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan.

"Kini setiap kali melihat ke jalan, rasanya seperti mimpi. Tak pernah terbayangkan jalan di desa kami bisa seperti ini. Selama puluhan tahun kami berharap akses jalan yang memadai, baru kali ini terwujud," kata Nangkin Tarigan, warga Desa Namu Teras. 

Sebelumnya, kata Nangkin, kondisi jalan di Kutambaru sangat berat. Selain berbukit-bukit, becek dan rawa membuat mereka kesulitan untuk melaluinya. Nangkin menduga, kondisi beratnya medan inilah yang membuat daerahnya tak tersentuh pembangunan. Padahal potensi alamnya, terutama di sektor perkebunan sangat menjanjikan.

Tak hanya itu, sektor pendidikan di Kutambaru juga sangat tertinggal. Hanya ada satu sekolah dasar di kecamatan tersebut. Akibatnya, siswa yang rumahnya jauh dari sekolah harus berjalan kaki sejauh 6 sampai 7 km melalui rute yang berbukit-bukit. Jika ingin melanjutkan ke SMP harus ke Kecamatan Marike.

Mantan Kadus ini mengaku, kini mereka tidak lagi menghadapi kendala dalam memasarkan hasil kebun seperti sawit dan karet. Sebelumnya, kata Nangkin, sebagian besar warga yang mengandalkan hasil kebun untuk menopang hidup tidak dapat berharap banyak. Hasil kebun belum bisa memberikan kesejahteraan kepada mereka. Pasalnya, sebagian besar hasil kebun  terserap untuk ongkos pengangkutan.

"Bayangkan ongkos angkutan menggunakan RBT alias ojek Rp 1.000/kg, sementara harga sawit terus anjlok dan kini hanya Rp 1.200/kg. Otomatis setiap kilogram, kami hanya bisa nikmati Rp200 saja," kata Nangkin kepada sumutdaily.com belum lama ini.

Kini, setelah akses jalan memadai ongkos angkut menurun drastis mencapai Rp500/kg. Bahkan banyak warga yang mengangkut langsung hasil kebunnya untuk dijual. 

Anak-anak mereka juga tak mengalami kendala untuk ke sekolah. "TMMD telah mewujudkan mimpi kami selama puluhan tahun. Kini kami memiliki harapan untuk meningkatkan kesejahteraan. Terima kasih TMMD, terima kasih bapak-bapak TNI," kata Nangkin. (susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *