Peristiwa

Libur Panjang, Dua Orang Tewas Lakalantas

Sumutdaily | Medan ~ Polda Sumut mencatat, selama libur mulai Sabtu (29/4/2017) sampai Senin (1/5/2017), tercatat telah terjadi 15 kasus kecelakaan lalulintas (lakalantas) yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat dan 27 orang luka ringan.

"Memang, tidak ada kasus kecelakaan lalulintas yang sangat menonjol. Hanya kecelakaan biasa, namun dua orang di antaranya meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina
Sari Ginting, Senin (1/5/2017).

Menurut Rina, selain mengakibatkan korban meninggal, akibat dari kecelakaan itu pengemudi kendaraan juga mengalami kerugian senilai Rp82.500.000. "Umumnya terjadinya kecelakaan itu akibat adanya Human Error," ujarnya.

Dia menjelaskan, dari hasil pendataan yang dilakukan Polda Sumut selama libur panjang ini, dari 15 kasus kecelakaan yang terjadi di Sumut, Kota Medan masuk pada peringkat pertama tertinggi angka kecelakaannya, yakni empat kasus dengan rincian satu meninggal dunia dan dua orang mengalami luka ringan.

Kemudian disusul Kabupaten Batubara dengan satu kasus dan satu orang
meninggal dunia. Selanjutnya Kabupaten Langkat dengan dua kasus, dua orang mengalami luka berat dan satu luka ringan.
"Lalu, Pematangsiantar, Tapanuli Selatan (Tapsel), Tebingtinggi dan Sidempuan
masing-masing satu kasus dan dua luka ringan," jelas Rina.

Karena itu, sambung Rina, masyarakat diharapkan mengikuti arahan, panduan dan petunjuk lalulintas di manapun berada, khususnya pengendara yang akan dan sedang melintas di jalan raya besar agar mengutamakan keselamatan berkendara.

"Sekecil apapun kesalahan yang terjadi, bisa fatal akibatnya. Sebab, selain merugikan diri sendiri akibat dari kecelakaan itu juga berakibat pada orang lain," sebutnya.

Rina meminta, agar setiap pengendara kereta supaya terlebih dahulu memperhatikan kelayakan kendaraan. Kemudian, pengamanan berkendara
seperti helm, safety belt dan lainnya. "Sebelum berangkat, terlebih dahulu perhatikan kondisi cuaca. Jika mengantuk dan lelah segera berhenti dan istirahat," terangnya.

Kemudian, tambah Rina, setiap pengendara harus memasang atau menggunakan lampu tanda berbelok dan berhenti sehingga pengendara lain bisa paham dan tau mengarahkan kendaraannya.

"Jangan berhenti dan berbelok secara mendadak, harus menjaga jarak serta jangan mengemudikan kendaraan dalam keadaan terpengaruh minuman beralkohol termasuk menggunakan Hand Phone saat mengemudi," ucap Rina.

Sementara puncak arus balik pasca libur panjang dari luar menuju Kota Medan diperkirakan terjadi para jam 19.00 WIB. "Perkiraan kita puncak arus balik itu pada jam 19.00 WIB. Mungkin akan terjadi
kepadatan kendaraan. Namun, sampai sejauh ini masih aman dan lancar," tuturnya.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, keumuman yang terjadi di masyarakat terjadinya kecelakaan itu akibat pengendara itu sendiri yang tidak bersabar, mengabaikan petunjuk lalulintas, mengemudikan kendaraan dengan uga-lugalan serta menerobos rambu-rambu lalulintas.

"Kesadaran keselamatan berkendara itu di tengah masyarakat belum maksimal. Masih banyak yang merasa hebat dan tak peduli dengan keselamatan diri sendiri," katanya.

Contohnya, sambung Nainggolan, pengendara kereta terkadang berbonceng tiga, tidak menggunakan helm, menerobos lampu merah, ugal-ugalan dan lainnya.

"Biasanya orang yang melanggar itu merasa dirinya hebat. Ada pula yang kerap berbelok dan berhenti mendadak. Memang, ada juga faktor lainnya seperti kelayakan jalan dan faktor cuaca. Tetapi, itu sangat minim terjadi. Intinya, jika setiap pengendara sadar diri kecelakaan itu pasti bisa dihindari setidaknya diminimalisir," pungkasnya. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *