Sumut Today

Tak Kunjung Digusur, Siapa “Orang Kuat” Di Balik Pedagang Pasar Akik Medan?

Sumurdaily | Medan ~ Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan 'beringas' ketika menertibkan pedagang kaki lima (PKL). Mulai dari PKL di Jalan dr Mansyur, di sekitaran Pasar Sukaramai, sampai PKL di Pasar Kampung Lalang, Medan. Dan teranyar adalah penertiban terhadap para PKL Jalan Sutomo, Medan, Kamis (13/4/2017) dinihari kemarin.

Namun hal ini berbanding terbalik, ketika petugas Satpol PP dihadapkan dengan PKL di Jalan Akik, Medan. Mereka dipastikan 'melempem' dan angkat koper bila berhadapan dengan PKL yang disebut-sebut dibekingi oknum pejabat Pemko Medan dan anggota DPRD Medan itu.

Buktinya, Satpol PP Medan pernah akan menertibkan PKL Jalan Akik pada medio 2015 lalu, tepatnya pada sekira bulan Februari 2015. Saat itu, Kepala Satpol PP Kota Medan, M Sofyan telah mengeluarkan surat penertiban bernomor: 511.3/289 tanggal 18 Februari 2015, perihal peringatan untuk tidak berjualan dan meletakkan barang atau membangun kios di atastrotoar, di atas parit dan badan jalan tanpa izin Pemko Medan.

Bahkan, saat itu alat berat backhoe sudah berada di lokasi. Namun tak tahu kenapa, Sofyan yang merupakan mantan Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kota Medan dan mantan Camat Medan Area ini, memerintahkan para personelnya balik kanan. Begitu juga dengan alat beratnya, yang kembali dikandangkan.

Terkait hal ini, M Sofyan yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (14/4/2017), malah mengatakan kalau persoalan PKL Jalan Akik tengah dalam pembahasan. "Pemko Medan bersama PD Pasar saat ini masih merumuskan tentang relokasi pedagang Jalan Akik," jawab Sofyan singkat.

Disinggung kenapa dia tak berani menggusur PKL Jalan Akik, apakah karena ada beking oknum pejabat Pemko Medan atau anggota DPRD Medan atau ada organisasi kemasyarakatan dan pemuda (OKP) di belakang PKL Jalan Akik, atau malah Walikota Medan Dzulmi Eldin dan atau Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution yang menjadi bekingnya dan kenapa backhoe yang sudah ada di Jalan Akik waktu itu dimasukan ke 'kandang'-nya lagi, Sofyan menjawab diplomatis. "Yang ingin dilakukan Pemko Medan adalah win-win solution, keberadaan backhoe pasca penertiban adalah untuk pembersihan sampah di tempat kejadian perkara (Jalan Akik)," jawabnya. 

Diberitakan sebelumnya, Ketua Persatuan Pedagang Pasar Sukaramai (PPP-SR), Kamaluddin Tanjung pun mempertanyakan 'nyali' M Sofyan yang tak berani menertibkan PKL Jalan Akik. "Dalam surat itu disebutkan, para pedagang di Jalan Akik itu diberi tenggat waktu tiga hari atau 3 X 24 jam, kalau tidak hengkang dari situ maka akan ditertibkan. Saat itu, backhoe sudah ada di lokasi, tapi anehnya kok bisa pula tidak jadi ditertibkan dan backhoenya ditarik lagi. Ini ada apa?" tukas Kamal. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *