Ragam

Video Makhluk Kecil Aceh Jadi Viral, Pengunggah: Jangan Cari Mereka

Sumutdaily | Jakarta ~ Tayangan video berisi rekaman makhluk kecil di hutan belantara Aceh, jadi viral. Banyak pihak yang penasaran dan ingin mencari makhluk aneh itu.

Pengunggah video Fredo Pastrana mengimbau warga tidak mencari makhluk yang menimbulkan banyak spekulasi itu.

Hal itu sudah diantisipasinya sejak awal. Dalam unggahan video itu Fredo tidak mencantumkan lokasi persis gambar itu direkam. Sejak awal, dia memang tidak ingin ada yang mengusik makhluk kecil itu.

Melalui akun Facebook-nya yang diunggah Selasa (28/3/2017), Fredo menuliskan status “Ternyata ada yang coba-coba mencari detail lokasi, silakan saja. Yang jelas, demi kelestarian dan kesinambungan alam, terpaksa kami diam”.

“Carilah Allah, jangan mencari makhluk,” sambungnya.

Hingga saat ini, video yang diunggah Fredo di YouTube sudah ditonton lebih dari 2 juta kali. Dia tetap merahasiakan posisinya agar tidak ada rombongan berbondong-bondong mencari makhluk tersebut.

“Bayangkan jika 2 juta orang ramai berbondong-bondong menuju lokasi, apa yang akan terjadi? Kita masih ingat betul kejadian beberapa tahun lalu ketika terjadi penemuan koin emas dan benda kuno di seputar Kampung Pande, Banda Aceh. Ribuan orang penasaran mendatangi lokasi yang akhirnya justru terjadi penjarahan dan penggalian ilegal terhadap benda-benda kuno yang seharusnya masuk museum Aceh,” ungkapnya.

“Alangkah bijaknya jika kesinambungan dan kelestarian alam dibiarkan berjalan apa adanya. Jangan kita cemari,” lanjut Fredo.

Kemunculan makhluk kecil tersebut memang menimbulkan spekulasi. Ada yang menduga kuat itu adalah suku Mante, ada juga dugaan itu adalah Orang Pendek.

Pemerintah Aceh berencana melakukan penelitian untuk mengetahui keberadaan mereka. Selama ini suku yang hidup di belantara hutan Tanah Rencong itu dianggap tidak ada lagi.

“Kalau nanti ditemukan jawaban ternyata mereka masih eksis, nanti bisa kita minta dipetakan berapa jumlahnya dan berapa sebarannya,” kata Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin. (sdc/tik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *