Peristiwa

Orangtua Cerai, 3 Putri Jadi Korban Nafsu Bejat Paman

Sumutdaily | Asahan ~ Sudah jatuh tertimpa tangga. Begitulah mirisnya nasib tiga kakak beradik ini. Perceraian kedua orangtuanya tak hanya meninggal luka psikologis mendalam. Paman yang seharusnya menjadi tempat bergantung, justru merusak masa depan mereka. Ketiganya menjadi korban nafsu bejad sang paman.

Adalah Warimin (24) sang paman bejat itu. Dia menjadikan ketiga ponakannya Rik (17), Ris (14) dan Rim (13) pelampiasan syahwatnya. Perbuatan bejat itu dilakukan sang paman berulangkali di rumah mereka di Dusun IV, Desa Prapat Janji, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, Suamtera Utara.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Asahan AKP Bayu Putra Samara menjelaskan, penangkapan pelaku bermula dari pengaduan orangtua kandung korban. Pengaduan itu ditindaklanjuti dan tersangka ditangkap Unit PPA Polres Asahan, Minggu (19/2/2017).

Bayu menyebutkan, kejadian miris yang menimpa ketiga kakak adik ini berawal saat orangtua korban sudah berpisah. Ketiga korban lantas dititipkan di rumah neneknya. Warimin yang belum berkeluarga juga tinggal di rumah itu.

Kali pertama pencabulan terjadi April 2006 lalu. Saat itu ketiga korban masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Korban pertama Warimin adalah Rim yang masih berusia 9 tahun dan duduk di kelas III SD. Selanjutnya Rik, yang saat itu masih berusia 12 tahun dan kelas VI SD. Kemudian korban Ris, saat berusia 7 tahun dan masih duduk di kelas II SD.

Perbuatan bejat paman biadab ini menyetubuhi keponakannya dilakukan sampai tahun 2014. Perbuatan tersebut dilakukan pelaku berulang-ulang di dalam kamar setiap pukul 23.00 WIB.

Setelah korban tertidur, Warimin kemudian menggendong Rim ke kamarnya. Di situ korban disetubuhi. Begitu juga yang terjadi terhadap dua korban lainnya Rik dan Ris. Setiap kali habis melampiaskan syahwatnya, Warimin kerap mengancam ketiga keponakannya

Perbuatan itu terus dilakukan pelaku berulang-ulang hingga tahun 2015, setelah Warimin menikah.

Setahun kemudian ayah korban datang untuk memboyong ketiganya tinggal di rumah sang ayah. Setelah merasa aman dari ancaman Warimin, ketiga korban pun menceritakan perbuatan sang paman kepada ayahnya.

Tak senang dengan perlakuan Warimin, sang ayah lantas melapor ke Polres Asahan. Berbekal laporan itu, Warimin yang sudah dikaruniai seorang anak dijemput dari rumahnya.

Kanit PPA Polres Asahan Ipda Rusli Damanik membenarkan pihaknya mengamankan pelaku pemerkosaan terhadap keponakannya. “Pelaku pun masih menjalani pemeriksaan guna lidik, perkembangan selanjutnya,” katanya. (sdc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *